Scroll to Top

Negara-Negara Islam Menginginkan Youtube Ditutup?

By Ibnu Azis / Published on Monday, 24 Sep 2012

YouTube Tempat Favorit Remaja Mendengarkan Musik

Polemik film Innocence of Muslim kini memasuki babak baru. Setelah banyak menuai kecaman, negara-negara muslim menginginkan situs penyebar video tersebut, Youtube, untuk diboikot bahkan ditutup. Setidaknya ini menurut parlemen negara Islam, Parliamentary Union Of The OIC Member States (PUIC), melalui ketua mereka Marzuki Alie.

Marzuki Alie setuju langkah beberapa negara-negara Islam – termasuk Arab Saudi – yang menutup segala akses situs yang menyebar dan memicu kebencian terhadap Islam. Jika menarik ke belakang, situs yang memicu kerusuhan antarumat beragama ini tentu saja adalah Youtube.

“Sebagai Presiden PUIC, saya mendukung langkah Raja Fahd, tidak hanya Youtube tapi semua situs yang menyebarluaskan berita atau film yang dapat menimbulkan kerusuhan antarumat di dunia,” terang Marzukie Alie seperti dikutip dari OkeZone, Senin (23/09/12).

Kemudian ia menambahkan, Raja Fahd (Arab Saudi) memandang Youtube sebagai pihak yang laik diposisikan untuk bertanggung jawab. Situs Youtube pantas ditutup sebagai tindakan preventif dan bijak guna menghindari jumlah korban yang jauh lebih besar.

“Sudah sering kali terjadi, kebebasan (berekspresi) mengakibatkan kerusuhan di berbagai tempat di berbagai negara karena saling menistakan,” tambahnya.

Marzukie Alie menekankan pada tiap negara untuk memiliki tanggung jawab yang sama guna memelihara perdamaian dunia melalui langkah-langkah preventif serta represif terhadap penistaan kepercayaan antar umat.

Sebagai langkah serius dukungannya akan boikot dan penutupan situs berbagi video Google ini, Marzuki Alie menghimbau masyarakat untuk tidak membuka situs Google dan Youtube dalam tempo tujuh hari atau seminggu.

“Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, tidak hanya menghimbau untuk tidak membuka situs Google dan Youtube dalam waktu tujuh hari, tapi juga ikut serta untuk tidak membuka situs tersebut yang telah mengakibatkan perpecahan antarumat beragama di seluruh dunia,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda