Scroll to Top

Pimpinan Google Brazil Ditahan Dalam Kasus Video Innocence of Muslim

By Ditya / Published on Thursday, 27 Sep 2012
Fabio-Jose-Silva-Coelho
Fabio Jose Silva Coelho

Kepala operasional Google di Brazil, Fabio Jose Silva Coelho, ditahan oleh oleh polisi federal dinegara tersebut pada hari Rabu kemarin (26/09/2012) setelah Google tidak mengindahkan perintah hakim untuk menghapus film Innocence of Muslim dari YouTube.

Kasus film anti Islam Innocence of Muslim ini ternyata berbuntut panjang di berbagai negara, Brazil salah satunya. Pimpinan Google di Brazil kabarnya ditahan akibat kasus film Innocence of Muslim.

Seperti yang dilansir dari BussinesWeek (26/09/2012), penahanan ini adalah buntut dari perintah pengadilan untuk menghapus film Innocence of Muslim dari YouTube yang telah diprotes oleh umat Islam diseluruh dunia, namun Google tidak mengindahkan perintah penghapusan film tersebut dari YouTube.

Hukum di negara Brazil ternyata cukup ketat, hakim yang berasal dari Mato Grosso do Sul memerintahkan untuk menangkap Fabio Jose Silva Coelho pada hari Selasa (25/09/2012) karena Google belum menghapus film Innocence of Muslim dari YouTube.

Pada kasus yang berbeda, hakim di Sao paulo, Gilson Delgado Miranda, memberi waktu 10 hari pada situs yang bersangkutan untuk menghapus film Innocence of Muslim yang telah melukai umat Muslim diseluruh dunia. Setelah 10 hari Google tidak menghapus film Innocence of Muslim, maka Google dikenai denda USD $5000 setiap hari selama video tersebut ditayangkan di Brazil.

“Kebebasan berekspresi tidak harus dengan memberikan pelanggaran yang tidak proporsional dan tidak bertanggung jawab, yang dapat memprovokasi dan berakibat konsekuensi serius bagi masyarakat,” kata Mohammad al Bukai, kepala urusan agama organisasi National Union of Islamic Entities yang berbasis di Sao Paulo.

Sampai saat ini, pihak Google belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah yang terjadi di Brazil. YouTube sendiri telah aktif memblok akses terhadap film anti Islam tersebut di negara-negara tertentu, namun hal ini dinilai bukan solusi, karena sebagian besar masyarakat menginginkan film tersebut dihapus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda