Scroll to Top

PSSI Vs KPSI: Kinerja Joint Committee Diawasi AFC

By Aditya / Published on Friday, 28 Sep 2012

AFC PSSI

AFC akan mengawasi secara langsung kinerja Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan dalam melaksanakan hasil rapat kedua yang telah digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September 2012 silam. Padahal, hingga kini, antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti masih sering terdapat silang pendapat mengenai hasil rapat JC tersebut.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan, tim Task Force AFC akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. Kedatangan mereka, menurut Djohar Arifin Husin, akan mengawasi kinerja JC sejauh ini dalam upaya menyelesaikan kisruh yang terjadi di persepakbolaan Indonesia.

Djohar Arifin Husin sendiri menegaskan, PSSI akan melaporkan semua yang telah dilakukan untuk melaksanakan mandat yang telah dicetuskan dalam rapat kedua JC, termasuk mengenai pengelolaan Timnas Indonesia yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan dengan kubu KPSI.

“Kami akan memaparkan langkah apa saja yang telah dilakukan untuk memenuhi lima poin kesepakatan dari rapat JC kemarin, seperti melaporkan mengenai pengelolaan timnas,” ujar Djohar Arifin Husin di Jakarta belum lama ini.

Adapun 5 poin yang menjadi hasil rapat kedua JC tersebut antara lain: penyatuan kompetisi dan pembentukan kompetisi baru, pengembalian 4 anggota Exco PSSI yang dipecat, penyatuan Timnas Indonesia, pelaksanaan kongres PSSI, dan revisi Statuta PSSI.

Timnas Indonesia Bambang Pamungkas ISL
Para Pemain ISL, Akankah Bergabung ke Timnas Indonesia PSSI?

Mengenai pengelolaan timnas, AFC sebelumnya telah mengirim surat kepada PSSI yang menyatakan bahwa Timnas Indonesia berada di bawah kendali PSSI. Namun, pihak KPSI melihatnya dengan tafsiran yang berbeda, yakni timnas dikelola oleh JC, sedangkan PSSI hanya mengurusi masalah administrasi saja.

Djohar Arifin Husin pun menegaskan agar semua pihak menaati apa yang telah digariskan oleh AFC, termasuk mengenai pengelolaan Timnas Indonesia. Djohar Arifin Husin juga menghimbau kepada semua pihak agar jangan justru memperkeruh kondisi yang terjadi saat ini.

“Semua harus mematuhi keputusan rapat JC, jangan lagi menciptakan masalah baru, karena semua sudah jelas dan surat AFC harus menjadi pedoman!” tandas Djohar Arifin Husin.

Di sisi lain, klub-klub Indonesia Super League (ISL) akan menolak melepaskan pemain mereka ke Timnas Indonesia bentukan PSSI asuhan Nil Maizar, dan tetap memilih bergabung dengan Timnas Indonesia bentukan KPSI asuhan Alfred Riedl, apabila pengelolaan timnas tetap dipegang oleh PSSI Djohar Arifin Husin.

Djohar Arifin Husin pun menanggapi sikap klub-klub ISL tersebut dengan menegaskan bahwa semua pemain yang dipanggil PSSI ke Timnas Indonesia harus patuh. Kalau tidak, ancam Djohar Arifin Husin, baik klub maupun pemainnya akan terkena sanksi.

 “Kami telah memberikan wewenang kepada pelatih untuk memanggil para pemain baik dari kompetisi ISL maupun IPL. Ini demi persiapan Piala AFF pada November nanti,” tukas Djohar Arifin Husin.

“Karena adanya keputusan JC tersebut, maka seluruh pihak yang tidak mematuhi panggilan timnas akan dikenakan sanksi baik pemain maupun klubnya!” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda