Scroll to Top

PSSI Pilih Pelatih Timnas Indonesia, KPSI Minta JC Dilibatkan

By Aditya / Published on Friday, 28 Sep 2012

Alfred Riedl Nil Maizar

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti masih berbeda pendapat mengenai pengelolaan Timnas Indonesia. Namun, kali ini KPSI mulai kompromis. Mereka akan mengizinkan para pemain dari Indonesia Super League (ISL) untuk memperkuat timnas, dengan catatan, PSSI melibatkan Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan dalam menentukan pelatih yang akan menukangi tim Garuda di AFF Cup 2012.

Salah seorang anggota Joint Committee yang merupakan utusan dari KPSI, Hinca Panjaitan, meminta kepada PSSI agar tidak mengabaikan peran Joint Committee dalam urusan Timnas Indonesia, termasuk untuk menentukan siapa pelatih yang akan mengawal tim Merah Putih di ajang AFF Cup 2012 yang bakal digelar pada akhir November 2012 nanti.

“Di mana-mana timnas memang hanya satu, mewakili Indonesia dan PSSI. Di JC, spiritnya adalah secara bersama-sama membuat timnas berkualitas dan menjadi yang terbaik,” kata Hinca Panjaitan di Jakarta, Kamis (27/9/2012).

“Jadi, JC membentuk forum. Dari PSSI membuat TOR (kerangka kerja) untuk menentukan kriteria pelatih timnas yang terbaik, KPSI juga membuat TOR,” lanjutnya.

Hinca Panjaitan berharap agar diadakan pemilihan pelatih Timnas Indonesia lagi dengan melibatkan Joint Committee. Nah, pelatih yang terpilih nanti akan diberi kewenangan untuk menentukan siapa saja pemain yang akan dibawa ke AFC Cup, baik dari IPL maupun dari ISL.

“Nantinya pelatih diberikan kewenangan membentuk timnas, memilih pemain dari mana saja (ISL dan IPL). Dengan demikian, selesailah persoalan timnas ini,” ujar Hinca Panjaitan.

Jika PSSI melibatkan Joint Committee, Hinca Panjaitan yakin bahwa klub-klub ISL akan bersedia melepas pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia. Selama ini, ketegangan terjadi karena klub-klub ISL hanya berpegangan pada keputusan Joint Committee soal timnas, bukan perintah dari PSSI Djohar Arifin Husin.

Saat ini, pelatih Timnas Indonesia bentukan PSSI masih dijabat oleh Nil Maizar. Di sisi lain, KPSI juga punya timnas yang dilatih oleh Alfred Riedl. Siapapun pelatihnya, klub-klub pasti akan menyetujui, asalkan mekanisme penentuannya juga melibatkan peran dari Joint Committee.

“Siapapun pelatihnya, kalau dia hasil penunjukan JC, kami akan tunduk dan akan kami lepas pemain yang dibutuhkan,” janji manajer Pelita Jaya, Lalu Mara.

”Apapun yang diputuskan JC, kami lakukan, terlepas mau perkuat timnas yang mana,” tambah Augie Bunyamin mewakili Sriwijaya FC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda