Scroll to Top

Teh Hijau Bantu Otak Lebih Mudah dalam Belajar

By Ilham Choirul / Published on Monday, 01 Oct 2012

teh hijau

Ada baiknya untuk menyisihkan sedikit waktu mengonsumsi teh hijau. Teh yang diproduksi tanpa melalui proses fermentasi ini mempunyai efek positif terhadap otak. Sebagai pusat kendali tubuh dan aktivitas, otak dapat meningkat kemampuan memori spasialnya dengan asupan zat kimia yang dimiliki teh hijau. Selain itu, otak menjadi lebih mudah diajak belajar tentang sesuatu. Demikian menurut studi dari Third Military Medical University, Chongqing, China.

Selama ini teh hijau dikenal punya kandungan antioksidan yang dapat meremajakan sel tubuh dan terbebas dari radikal bebas penyebab kanker atau tumor. Orang Jepang yang rutin minum teh hijau konon punya usia cukup panjang. Masalah kardiovaskular juga bisa dicegah dengan mengonsumsi teh hijau.

“Ada banyak perhatian ilmiah tentang penggunaannya (teh hijau) dalam membantu mencegah penyakit kardiovaskuler. Tapi sekarang ada bukti yang muncul bahwa sifat kimianya dapat mempengaruhi mekanisme seluler di otak,” ujar Profesor Yun Bai dari Third Military Medical University,seperti dikutip Times of India.

Yun Bai dan timnya meneliti kimia organik dalam teh hijau, yaitu EGCG (epigallocatechin-3 gallate). EGCG adalah antioksidan yang dikenal memberikan manfaat terhadap pencegahan penyakit degeneratif atau yang berhubungan dengan usia. Dalam temuannya, peneliti mendapati EGCG bisa meningkatkan fungsi kognitif.

Proses peningkatan fungsi kognitif ini berawal dari pengaruh EGCG terhadap sel neuron. EGCG memberikan regenerasi sel neuron. Proses tersebut sering disebut dengan neurogenesis. EGCG juga turut meningatkan produksi sel-sel saraf progenitor menjadi berbagai jenis sel.

Pada percobaan ke tikus percobaan, mereka mampu menemukan platform dalam labirin setelah mendapatkan latihan dan asupan EGCG selama tiga hari. Dari situ ditemukan petunjuk bahwa EGCG bisa memudahkan otak dalam belajar dan mengenal objek, termasuk meningkatkan memori spasial.

“Kami fokus penelitian kami pada hippocampus, bagian dari otak yang memproses informasi dari jangka pendek ke memori jangka panjang,” kata Yun Bai.

Penelitian ini dimuat dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda