Scroll to Top

Tips Menjaga Rahasia Orang Lain

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 09 Oct 2012

menjaga rahasia

Tiap orang punya rahasia pribadi. Tapi, kadang kala orang juga tidak bisa sendirian menyimpan rahasianya karena tekanan di batin mesti diceritakan. Sebagai orang yang mendapatkan cerita rahasia, menyimpan rahasia orang lain juga sering menjadi beban. Dia punya kewajiban tutup mulut meskipun mungkin orang sekitarnya berusaha mencari tahu.

Memegang amanah rahasia perlu konsistensi. Oleh karena itu, jika Anda selama ini menjadi tempat curhat, tips berikut ini dapat membantu Anda agar mampu konsisten tutup mulut menyimpan rahasia orang lain.

  1. Hati-hati untuk tidak terjebak membicarakan berlebihan seseorang yang Anda punya rahasia kecil tentangnya. Misalnya, saat Anda mengetahui ada kekasih teman Anda yang melakukan perselingkuhan, sebaiknya tidak langsung memberitahukannya. Biarkan teman Anda mengetahui sendiri gelagat kekasihnya telah selingkuh. Jika dia curiga dan menanyakan kepada Anda perihal kecurangan itu, Anda baru menceritakan apa adanya tanpa perlu tambahan cerita berlebihan apa pun. Kadang seseorang mampu menghadapi masalahnya sendiri. Dan, ada pula orang yang lebih baik tidak mengetahui suatu kebenaran yang bisa membuat sakit hati. Jadi tetap dalam posisi netral.
  2. Pastikan Anda memahami sampai berapa lama rahasia itu mesti disimpan. Ada kalanya rahasia mesti diungkapkan untuk sementara waktu dan boleh diketahui orang lain setelah itu. Namun, tidak sedikit pula rahasia yang sebaiknya disimpan sampai mati karena mungkin sebuah aib besar. Anda harus bijak tentang hal tersebut.
  3. Tidak perlu memberi isyarat bahwa Anda mengetahui suatu rahasia. Jika itu dilakukan, maka Anda memancing orang lain untuk penasaran dan lebih dalam mencari tahu. Oleh karena itu, bersikaplah seolah tidak terjadi apa-apa.
  4. Saat ada pembicaraan yang bisa membuat rahasia terungkap, sebaiknya cepat-cepat alihkan topik yang dibahas. Terkadang dalam satu kelompok pertemanan secara spontan membahas masalah yang bersifat pribadi dan aib. Saat Anda di dalamnya sebaiknya bungkam. Jika memungkinkan cobalah untuk memancing dengan topik obrolan yang lain.
  5. Jika perlu, tuliskan rahasia yang Anda ketahui dan tidak boleh diungkapkan. Menulis akan membuat beban Anda untuk menyimpan rahasia terkurangi. Jangan salah, orang yang menyimpan banyak rahasia pun seringkali juga ingin secepatnya menceritakan yang diketahuinya agar hati merasa lega. Sehingga, untuk amannya, jadikan buku harian atau kertas yang lain sebagai tempat menumpahkan berbagai rahasia itu.
  6. Kalau sudah merasa jenuh dan tidak kuat untuk menyimpan berbagai rahasia lagi, sebaiknya Anda tegas untuk menolak mendengarkan curhatan orang lain. Dengan begitu, Anda bisa terbebas dari beban emosional dan rasa bersalah jika sewaktu-waktu ada rahasia yang bocor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda