Scroll to Top

Real Madrid: Copa del Rey Bukan Ajang Lelucon

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 01 Nov 2012

Alcoyano vs Real Madrid 1-4 (2)

Diinspirasi oleh Kaka dan Karim Benzema, Real Madrid sukses menyapu perlawanan Alcoyano dengan skor 1-4 di leg pertama babak 32 besar Copa del Rey 2012. Pelatih Jose Mourinho yang memakai beberapa pemain jebolan Real Madrid Castilla, menyebut, kedatangan timnya ke markas Alcoyano bukanlah untuk lelucon. Ia menyiratkan bahwa Real Madrid juga akan menargetkan gelar juara Copa del Rey musim ini.

Real Madrid memiliki sejarah yang kurang menyenangkan di Copa del Rey. Dilihat dari jumlah gelar, mereka kalah dari sang pesaing utama, Barcelona. Barca sudah mengumpulkan 26 gelar, sedangkan Madrid cuma 18. Madrid sendiri terakhir kali meraih Piala Raja pada tahun 2011, saat menumbangkan Barcelona dengan skor 1-0 lewat gol Cristiano Ronaldo.

Dan bicara kekalahan mengejutkan, Madrid memiliki memori buruk pada tahun 2000-an, ketika tim-tim gurem membekap mereka dengan mudah. Kini, Jose Mourinho tampak cukup serius membawa timnya. Meski berisi beberapa pemain cadangan, Los Blancos menunjukkan niat serius untuk meraih kemenangan. Hasil 1-4 melawan Alcoyano menunjukkan hal tersebut. Tuan rumah sempat mengejutkan dengan tampil apik sebelum gol Karim Benzema hadir.

“Kami tidak datang ke sini untuk sebuah lelucon. Kami menyukai Copa del Rey, dan tidak ingin menambah sejarah kelam Real Madrid di masa lalu (yang tumbang oleh tim gurem) di ajang ini. Kami sukses menunaikan tugas, dan demikian pula dengan Alcoyano,” sebut Jose Mourinho.

The Special One juga menyebutkan, bahwa ia ingin mendapatkan pemain tangguh yang akan bermain untuk Real Madrid sepanjang hidup. Mou tampaknya mengindikasikan, bahwa hanya pemain jebolan Castilla yang benar-benar spesial saja yang akan tampil bersama tim senior Real Madrid selama ia melatih. Mereka harus belum berusia di atas 23 tahun, dan harus pula bermain sesuai instruksi The Special One.

Mou mencontohkan kasus Nacho, bek andalan Real Madrid Castilla. Ia dianggap media bisa berperanan penting kala Real Madrid tertimpa krisis pemain belakang seperti saat ini. Nacho sendiri dikenal bisa bermain di segala posisi bek, termasuk bek tengah. Namun, The Special One menegaskan, selama ia ada di Madrid, “Nacho akan bermain sebagai bek kiri, bukan bek tengah.”

Mourinho tak lupa memuji Alberto Toril, pelatih Real Madrid Castilla. Sebelumnya, keduanya disebut berselisih paham seputar terbatasnya pemain Real Madrid Castilla yang tampil untuk tim senior.

Menurut Mou, tentang anak-anak muda yang bermain saat melawan Alcoyano, “Mereka (para pemain muda Los Blancos) tampil dengan antusiasme tinggi. Ada beberapa pemain yang menarik (untuk dilihat perkembangan selanjutnya). Sepertinya mereka memiliki pelatih yang bagus (Alberto Toril) karena bermain baik. Seperti yang saya duga sebelumnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda