Scroll to Top

Berolahraga Rutin Minimal Empat Bulan Bantu Cerdaskan Otak

By Ilham Choirul / Published on Monday, 05 Nov 2012

bersepeda

Salah satu cara untuk membuat otak lebih cerdas adalah melakukan olahraga. Penemuan terbaru dari Kanada menyebutkan, berolahraga secara rutin mampu memberikan efek postif pada peningkatan fungsi kognitif. Artinya, otak menjadi terstimulasi untuk lebih tajam dalam melaksanakan berbagai  fungsinya. Untuk mendapatkan efek menakjubkan ini, peneliti mengatakan terlihat dalam waktu hanya empat bulan setelah olahraga rutin dimuai. Waktu yang diperlukan minimal 150 menit setiap minggunya.

Manfaat olahraga untuk kebaikan mental ini menambah daftar panjang sisi positif aktivitas ini. Olahraga dianggap mampu memberikan pengaruh pada penurunan risiko stroke dan jantung. Sistem kekebalan tubuh pun ikut menguat sehingga seseorang menjadi jarang sakit. Selain itu, olahraga adalah salah satu penunjang yang tepat buat Anda yang hendak membakar lemak tubuh sekaligus mengontrol kadar gula dalam darah.

Pada studi ini, peneliti dari Montreal Heart Institute melibatkan sejumlah orang dewasa yang memiliki kelebihan berat badan. Usia mereka rata-rata 49 tahun. Selama diamati, relawan melakukan olahraga dua kali sesi berolahraga yang berlangsung selama empat minggu. Beberapa olahraga yang dilakukan adalah menggenjot sepeda olahraga dan latihan beban. Sebelum dan sesudah masa pangamatan, relawan melakukan tes fungsi kognitif, cardiac output, komposisi tubuh, dan toleransi kapasitas dan latihan. Hasil pengujian selanjutnya dibandingkan.

Hasilnya, semua komponen yang diujikan pada relawan menunjukkan poin yang mengindikasi membaiknya kesehatan mereka. Tubuh mereka lebih sehat dan mereka mampu menjalani tes fungsi kognitif lebih baik lagi setelah rutin berolahraga.

“Ini meyakinkan untuk diketahui bahwa Anda setidaknya dapat mencegah sebagian penurunan fungsi hal itu [kognitif] dengan berolahraga dan menurunkan berat badan,” kata peneliti Dr Martin Juneau, direktur pencegahan di Montreal Heart Institute, seperti dikutip Huffington Post.

Studi ini dipresentasikan pada Kongres Kardiovaskular Kanada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda