Scroll to Top

Minuman Soda Memperparah Osteoartritis pada Pria

By Ilham Choirul / Published on Friday, 23 Nov 2012

minum soda

Peneliti menemukan lagi keburukan minuman soda pada kesehatan Studi terbaru dari Brigham and Women’s Hospital, Tufts Medical Center di Boston, dan Brown University  menyebutkan, minuman soda akan menambah buruk oasteoartritis terutama pada pria. Orang yang kena osteoartritis mengalami keausan pada permukaan tulang rawan yang menjadi bantalan lembut antara dua tulang yang menyambung.

Saat artritis makin parah, maka rasa sakit yang dirasakan bertambah kuat. Gejalanya ditandai dengan rasa nyeri, kaku, gerakan menjadi terbatas, muncul pembengkakan, dan muncul suara saat memindahkan sendi.

Studi tersebut melibatkan relawan sejumlah 2.149 orang yang mengalami osteoartritis. Lutut mereka dipantau pada bulan ke-12, 24, 36, dan 48 melalui foto sinar-X. Indeks massa tubuh (BMI) mereka dicatat dan selalu dipantau. Dari sebagian para relawan itu diketahui para pria minum lebih dari lima porsi minuman soda setiap minggunya.

Hasilnya, relawan pria yang minum soda dengan rutin mengalami dua kali penyempitan di banyak ruang sendi. Penyempitan itu rata-rata berukuran 0.59 milimeter. Kondisi pria yang tidak minum soda lebih baik dibanding yang rajin minum soda. Peneliti belum memahami alasan pasti bahwa minuman berkalori tinggi ini memperburuk osteoartritis. Hanya saja, faktanya ada bahan-bahan yang dipakai dalam soda dapat mempengaruhi kesehatan tulang secara keseluruhan.

Yang agak mengejutkan, osteoartritis biasanya dialami oleh orang dengan BMI tinggi. Namun dalam studi ini, relawan yang memiliki BMI rendah turut merasakan efek buruk minuman soda pada tulang lututnya.

“Hal ini semakin menunjukkan bahwa minuman ringan dapat menyebabkan kerusakan independen dan keausan, yang biasanya disebabkan oleh kelebihan berat badan dan obesitas,” tulis  Bing Lu, peneliti utama dari Brigham and Women’s Hospital, seperti dikutip Huffington Post.

“Minuman ringan mungkin mengandung asam fosfat, yang terbukti mengganggu penyerapan kalsium dan berkontribusi pada ketidakseimbangan kalsium, yang mengakibatkan kerugian tambahan Hal ini juga berarti bahwa sirup jagung fruktosa tinggi yang digunakan untuk mempermanis minuman berkarbonasi negatif, dapat mempengaruhi. tulang,” tambah Lu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda