Scroll to Top

Bekatul Bisa Dijadikan Pencegah Kanker Usus Besar

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 08 Dec 2012

rice-bran-tocos

Meski pun hanya sebagian kecil saja orang yang mengonsumsi bekatul, ternyata makanan ini memiliki manfaat untuk mencegah kanker usus besar. Menurut studi dari Universitas Colorado, bekatul bisa dimanfaatkan untuk menyerang sel-sel kanker karena terdapat senyawa bioktif antikanker. Peneliti sedang mengujinya pada kasus kanker usus besar.  Bekatul menjadi salah satu potensi obat menjanjikan untuk  obat kanker dari jenis makanan. Demikian dikutip dari Times of India.

“Ada keseimbangan komponen bioaktif dalam bekatul yang bersama-sama menunjukkan aktivitas anti-kanker, termasuk kemampuan untuk menghambat proliferasi sel, mengubah perkembangan siklus sel, dan memulai kematian sel secara terprogram yang dikenal sebagai apoptosis pada sel-sel ganas,” kata Elizabeth P. Ryan, PhD, investigator CU Cancer Center, asisten profesor di Department of Environmental and Radiological Health Sciences pada CSU Animal Cancer Center, yang juga penulis utama studi ini.

Bekatul, atau juga disebut dedak, punya beberapa senyawa aktif. Di antaranya adalah polifenol, asam ferulat, tricin, beta-sitosterol,-oryzanol, tocotrienol / tokoferol, dan asam fitat.

Menurut peneliti, komponen bioaktif pada bekatul tidak hanya bekerja melawan sel-sel yang menjadi ganas. Lebih dari itu, senyawa juga memberikan perlindungan bagi sel-sel di sekitar  sel yang ganas. Sel-sel sekitar sel kanker yang masih sehat, dilindungi agar tidak ikut berpotensi menjadi sel ganas. Senyawa tersebut menghambat pembentukan sel kanker baru. Selain itu, senyawa ini membantu meningkatkan respon kekebalan antikanker dan membantu metabolisme mikrobiota di usus untuk melakukan perlindungan terhadap kanker.

Namun, kendala saat ini adalah menemukan komposisi yang tepat untuk meramu bekatul. Pasalnya, ada lebih dari 10 ribu varietas padi di seluruh dunia dengan berbagai sifatnya masing-masing. Penting juga jika diterapkan sebagai terapi atau pencegahan, adalah konsistensi untuk memakan bekatul secara rutin untuk mendapatkan manfaat yang maksimal sebagai kemo-preventif. Saat ini peneliti sedang melakukan uji klinis untuk melihat pengaruh bekatul sebagai kemo-preventif pada untuk kasus kanker usus besar.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda