Share

kiamat 2012

Bulan Desember tahun ini identik dengan ramalan kiamat 2012. Benarkah tanggal 21/23 Desember 2013 dunia akan berakhir? Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA membeberkan penjelasan untuk mencegah kepanikan Masyarakat. Dan berikut ulasannya yang dikutip dari NASA.gov.

Bumi, planet yang kita huni telah eksis setidaknya selama 4 miliar tahun lebih. Para ilmuwan dari seluruh dunia tidak menemukan satu pun ancaman yang membuat planet ini bakal berakhir di tahun 2012.

Banyak situs web yang menulis dan sebagian masyarakat percaya bilamana kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 ini. Hal ini terkait dengan kabar jika Bumi akan bertabrakan dengan Planet Nibiru. NASA menyanggahnya dan menyebut jika berita tersebut tidak benar (hoax).

NASA beragumen jika tidak ada satu pun planet yang akan bertabrakan dengan Bumi. Dan bilamana hal tersebut memang akan terjadi pastinya NASA dan ilmuwan sudah memerkirakannya sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan jika Planet Nibiru mendekati Bumi dan memang benar-benar terjadi benturan, otomatis manusia bisa melihat dengan mata telanjang.

Lantas bagaimana dengan Kalender Maya yang mandek di tanggal 21 Desember 2012? NASA menjelaskan Kalender Maya sama polanya dengan kalender yang biasa kita pakai atau gunakan. Kalender Maya tidak berhenti di tanggal tersebut. Lantas mengapa kalender tersebut seakan berhenti? Tanggal tersebut adalah akhir dari periode panjang hitungan Maya. Namun akan dimulai lagi pada periode panjang Kalender Maya dimulai. Sama seperti pola kalender kita yang dimulai lagi pada 1 Januari di tahun baru.

Prediksi atau ramalan lain yang muncul adanya anggapan jika Bumi akan mengalami ‘pemadaman total’ pada 23 – 25 Desember mendatang. Kembali NASA menegaskan hal tersebut tidak benar. Menurut administrator NASA Charles Bolden, itu hanyalah sebuah pesan yang mendorong masyarakat untuk bersiap dalam keadaan darurat. Sebuah kampanye pemerintah untuk kesiapan yang lebih luas.

Kemudian pada 21 Desember nanti Bumi dan Matahari akan berada dalam posisi sejajar. Apakah ini akan berpengaruh pula dengan kiamat 2012, Bumi bisa terbakar (panas) misalnya? NASA mengamini kabar ini. Namun posisi tersebut ternyata rutin di bulan Desember. Bumi dan Matahari sejajar di bagian tengah Galaksi Milky Way (Bimasakti). NASA menjamin fenomena ini tak membahayakan bagi Bumi.

Matahari miliki siklus 11 tahunan untuk aktivitas panas. Matahari akan berpijar panas dan pijaran panasnya yang luar biasa bisa mengoyak satelit luar angkasa. NASA menegaskan tanggal 21 Desember nanti pijaran panas ini tak akan menyebabkan kiamat. Namun NASA memrediksi dampak pijaran panas justru bakal terjadi di kurun waktu 2012 – 2014.

Apakah teori pergeseran kutub bakal terjadi dan kerak bumi melakukan rotasi 180 derajat? Pergeseran benua memang pernah terjadi di beberapa juta tahun yang lalu. Namun sangat tidak relevan jika mengatakan jika dua buah kutub (utara dan selatan) akan berubah posisi. Kabar yang beredar pergesaran kutub terjadi akibat perubahan medan magnet yang berlangsung 400 ribu tahun sekali. NASA megatakan jika perubahan medan magnetik akan terjadi dalam 1.000 tahun ke depan.

NASA juga mementahkan rumor jika Bumi akan ditabrak meteor di akhir tahun 2012. NASA mengamini jika Bumi sering dilewati oleh asteroid dan komet. Namun untuk akhir tahun ini NASA berkata tidak. Benturan dahsyat meteor dengan Bumi terjadi pada 65 juta tahun yang lalu. Hantaman tersebut menyebabkan dinosaurus mengalami kepunahan.

Dan yang terakhir NASA mengomentari tentang rumor Badai Matahari. Fenomena tersebut sejatinya rutin terjadi dan mengalami siklus puncak per 11 tahun. Dampaknya komunikasi satelit akan mengalami gangguan. NASA menyatakan siklus puncak Badai Matahari kemungkinan besar di rentang tahun 2012 – 2014 dan bukan tahun ini. Sehingga masyarakat tak perlu panik dengan ancaman ‘badai’ tersebut.