Scroll to Top

Bakpia Tawangmangu: Isinya Pisang Raja dan Ubi Cilewu

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 18 Aug 2011

Siapa sangka kacang hijau yang biasanya dipakai sebagai pengisi bakpia, ternyata bisa diganti dengan ubi dan pisang. Inilah inovasi yang digarap Sukatno, warga Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Dia merasa tidak puas hanya menikmati bakpia kacang hijau. Akhirnya, dia berpikir mengganti isinya dengan sesuatu yang ada di sekitarnya.

Kebetulan di Tawangmangu cukup banyak hasil pertanian berupa pisang raja. Sedangkan ubi cilewu-nya, diambil dari kebun sendiri. Ubi cilewu plesetan dari ubi cilembu yang dibudidayakan di Tawangmangu, yang merupakan daerah lereng Gunung Lawu. Sukatno sendiri yang menanam ubi khas Jawa Barat ini setelah belajar di Bandung atas ajakan LPM Universitas Negeri Sebelasmaret, Surakarta.

“Sepulang dari sana (Bandung), ubi ini dibudidaya di Tawangmangu dan berkembang baik. Tahun 2004, saya panen,” ujar Sukatno yang juga punya usaha sate landak.

Karena temuan ini berada di Tawangmangu, maka dinamakan Bakpia Tawangmangu. Semenjak dipasarkan beberapa bulan lalu, ternyata bakpia ini cukup diterima masyarakat sekitar. Sukatno dan karyawannya, mampu membuat bakpia ini 200 dus tiap minggunya. Satu dus berisi 16 biji yang dijual dengan harga Rp 11 ribu. Pemasarannya masih seputar Tawangmangu dengan jalan dijual langsung maupun dititipkan. Tapi, kalau sudah ke reseller harga sedikit lebih tinggi. “Harga jual dari saya Rp 11 ribu,” katanya, seperti dikutip SuaraMerdeka CyberNews.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda