Scroll to Top

Jalan Kaki Tiga Jam Per Minggu Turunkan Risiko Stroke Pada Wanita

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 08 Jan 2013

jalan-kaki

Cukup menyempatkan diri berjalan tiga jam dalam seminggu, wanita bisa menurunkan risiko terkena stroke. Persentase penurunan risiko mencapai 43 persen. Demikian menurut studi yang dilakukan  Murcia Regional Health Authority di Spanyol, seperti dikutip CBS News.

Dalam studi ini dilibatkan relawan sejumlah 13.576 pria dan 19 wanita yang berusia 29-69 tahun. Relawan diminta menjawab kuesioner dan mengamati aktivitas mereka selama 12 tahun terkait aktivitas fisik. Aktivitas fisik ini kemudian dipakai untuk melihat sejauhmana dalam mempengaruhi terjadinya risiko stroke.

Hasilnya, wanita yang menyempatkan diri untuk berjalan kaki secara rutin, memiliki risiko lebih rendah untuk terkena stroke dibanding wanita yang tidak melakukannya. Kebalikan dari itu, pria yang rutin berjalan kaki ternyata tidak memiliki penurunan terhadap risiko stroke, meski porsi latihannya sering atau ditambah waktunya.

Peneliti menemukan, untuk mencapai penurunan risiko stroke hingga 43 persen diperlukan waktu untuk berjalan 210 menit atau lebih per minggunya. Lebih lama dari itu, kemungkinan penurunan risiko juga meningkat.

Namun, perlu dipahami, tidak lantas dengan berjalan kaki akan langsung mendapatkan hasil penurunan risiko. Pemicu hadirnya stroke cukup banyak, terutama dari gaya hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu perlu juga ada pengimbangan penurunan risiko dari jalan lain, misalnya makan makanan sehat, kebiasaan sehat, dan sebagainya.

Suzanne Steinbaum, direktur Women and Heart Disease di Lenox Hill Hospital, New York, mengatakan bahwa olahraga adalah aktivitas yang cukup mujarab untuk memberikan pengobatan bagi diri sendiri. Hubungannya dengan kesehatan kardiovaskular, olahraga dapat menurunkan tekanan darah dan melebarkan arteri yang pada gilirannya membuat jantung lebih sehat. Steinbaum menyarankan untuk lebih banyak berjalan saat berbelanja, atau berjalan lewat tangga daripada naik lift.

“Tidak memerlukan banyak usaha hanya untuk memastikan Anda berjalan kaki,” kata Steinbaum, yang tidak berhubungan dengan studi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda