Scroll to Top

WhatsApp Langgar Hukum Privasi Internasional

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 29 Jan 2013

whatsapp

Aplikasi pesan instan populer WhatsApp diduga langgar hukum privasi internasional. Setidaknya aplikasi ini telah melanggar di dua negara, Kanada dan Belanda. Lantas apa yang dilanggar?

Menurut pihak yang berwenang di kedua negara, keharusan pengguna memberikan daftar kontak ke WhatsApp, tidak sesuai dengan undang-undang privasi di wilayah tersebut. Daftar kontak ini memang diperlukan WhatsApp untuk memindai dan menambahkan kontak ke aplikasi ini.

Kantor Komisaris Privasi Kanada dan Otoritas Perlindungan Data Belanda lusa mengumumkan sebuah temuan mereka yang disebut dengan ‘penyelidikan kolaboratif dalam penanganan informasi pribadi’.

“Pengguna WhatsApp tak miliki pilihan untuk gunakan aplikasi tanpa memberikan akses ke buku alamat mereka,” ujar Jacob Johnstamm, ketua Otoritas Perlindungan Data Belanda.

Tatkala menggunakan WhatsApp, pengguna akan ditanya apakah mereka bersedia memungkinkan aplikasi untuk mengakses data sensitif pada perangkat. Data ini seperti lokasi dan kontak telepon.

“Pengguna harus miliki kendali atas data pribadi mereka dan pengguna harus dapat dengan bebas memutuskan apa rincian kontak mereka yang akan dibagi,” tambah Jacob Johnstamm.

Sementara itu Jennifer Stoddart, Komisaris Kantor Privasi Kanada meminta WhatsApp harus berkomitmen membuat perubahan lebih lanjut untuk lebih melindungi data informasi pribadi pengguna.

Sayangnya tidak banyak informasi yang bisa digali tuntutan perubahan yang dihendaki. Sementara itu otoritas Belanda terus mengembangkan penyidikan yang ada. Apakah mungkin WhatsApp telah langgar hukum Eropa yang lebih luas terhadap perlindungan data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda