Scroll to Top

Bagaimana Menyingkapi Kabar Hoax yang Beredar di Internet?

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 30 Jan 2013

Facebook HOAX

Kabar hoax atau berita sampah di internet tak ada habisnya. Ibarat mobil, hoax tak miliki rem. Yang ada cuma pedal gas. Terus melaju tanpa henti. Netizen diharap cerdas untuk menyingkapi kabar hoax ini. Dan berikut sedikit tipsnya.

1. Jadilah bagian dari solusi

Kita beruntung hidup di zaman internet. Segala informasi mudah didapat dengan cepat dan mudah. Pun juga celakanya dengan kabar hoax. Berita ini cepat muncul dan tersebar luas. Bagai virus yang menyebar dengan cepat.

Jadilah bagian dari solusi dalam penanganan kabar hoax ini. Jangan hanya sekadar menerima – atau bahkan ikut menyebarkan – namun ikut turut menginvestigasi. Ingat, Anda hidup di zaman internet. Informasi apa saja bisa diperoleh hanya dengan sekali klik.

2. Teliti sumber

Jangan asal percaya dengan kabar hoax dari tulisan judul atau headline yang menghebohkan atau fantastis. Satu hal yang bisa dilakukan adalah verifikasi. Telitilah sumber informasi yang mewartakan kabar hoax ini.

Jika ia seorang figur, cek dan ricek sosok tersebut. Apa memang ia berkompeten mewartakan kabar ini atau apakah akunnya itu asli (fake). Jika ia adalah sebuah media, maka teliti media yang ada. Apakah media ini memang benar adanya atau hanya sekadar fake belaka.

3. Saling silang

Cross cek informasi wajib dilakukan untuk memastikan apakah kabar hoax ini benar adanya. Misalkan akun A menulis kabar (hoax) A. Namun akun B atau media B menulis kabar B. Lakukan cek dan ricek. Bandingkan konten yang ada. Cara paling mudah, bandingkan informasi dengan media lokal, nasional, dan internasional.

4. Berbagi prasangka baik

Jika Anda telah mengetahui kabar hoax itu tidak benar, maka selanjutnya adalah ikut mewartakannya ke masyarakat. Berbagilah prasangka positif. Dimulai dari akun Anda di media sosial, bagi kabar ini. Namun ingat, cantumkan referensi informasi Anda.

5. Lapor satpam

Di pelbagai media sosial tersedia tombol ‘satpam’ atau report button. Jika mendapati kabar hoax di Facebook dan Twitter atau media sosial apapun itu, ‘pertolongan pertama’ akan masalah ini adalah melaporkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda