Scroll to Top

Apa yang Membuat Aplikasi Vine Istimewa?

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 30 Jan 2013

Vine

Twitter baru saja merilis aplikasi Vine. Sebuah aplikasi video yang mereka akuisisi tahun lalu. Lantas, apa yang membuat Vine sangat istimewa?

Aplikasi video untuk smartphone di internet jumlahnya tidak sedikit. Di sejumlah ‘pasar’ aplikasi macam iTunes atau Google Play beragam jumlahnya.

Jika kita mencoba membandingkan dengan apa yang dimiliki Facebook, sejatinya Vine miliki kemiripan dengan Instagram. Setidaknya dua aplikasi ini ibarat ‘suadara kembar’.

Vine tak hanya sebatas aplikasi video. Vine sekaligus sebagai aplikasi jejaring sosial berbasis video. Ini serupa dengan Instagram, aplikasi pengolah gambar plus jejaring sosial berbasis foto.

Kedua, baik Vine dan Instagram menginduk pada dua jejaring sosial besar dunia. Instagram milik Facebook dan Vine ‘diasuh’ oleh Twitter.

Namun ada yang menarik dari Vine. Twitter sebagai ‘orangtua’ tak hanya mengasuh Vine namun juga menelurkan budaya yang microblogging ini miliki, keterbatasan.

Twitter hanya membatasi karakter status di angka 140 karakter saja atau kurang. Pun juga dengan Vine. Aplikasi ini hanya memerbolehkan pengguna berbagi video enam detik atau kurang.

Bahkan video Vine hampir serupa dengan gambar GIF, sebuah gambar yang bisa bergerak. Sebuah gambar bergerak enam detik. Twitter seakan ingin membuat aplikasi pengolah dan berbagi gambar plus, plus miliki durasi tak hanya sebuah objek tunggal yang dibagikan.

Pekan ini aplikasi Vine menduduki peringkat ke-4 di aplikasi populer di iTunes. Vine bahkan unggul dari Google Maps yang bercokol di posisi buncit. Belum sempat mencobanya, sila unduh di sini.

Ide Vine sungguh istimewa. Penggunaannya juga simple dan tak njlimet. Twitter benar-benar memutar otak menghadirkan cara baru dalam berbagi konten interaktif. Bukan sekadar gambar namun juga tak murni video.

Kemunculan Vine juga memicu perang Facebook vs Twitter jilid 2. Apakah Vine akan mampu sukses besar laiknya Instagram? Bisa jadi demikian. Namun itu dengan satu syarat, kedua orangtua mereka akur dan tak terus berdebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda