Maharani Suciyono: Sosok Kontroversial dalam Kasus Suap Daging Impor

Maharani Suciyono Sosok Kontroversial dalam Kasus Suap Daging Impor

Maharani Suciyono. Nama ini melejit seiring dengan penangkapan KPK atas Ahmad Fathanah (AF), tersangka kasus suap daging impor yang kelak menyeret pula Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS. Permasalahannya adalah, mahasiswi berusia 19 tahun ini dibawa KPK ketika berada di kamar Hotel Le Meridien, Jakarta bersama AF. Bahkan, Sumber Tempo menyebutkan keduanya ditangkap dalam keadaan tak berbusana. Namun, Rani, demikian sapaan perempuan ini, menolak berita tersebut. Ia hanya mengaku mendapatkan uang 10 juta rupiah dan diajak makan malam di kafe hotel, tapi tidak berada sekamar dengan AF. Sementara itu, KPK menyatakan tidak ada video syur antara Rani dan AF. Meski meyakinkan, bahwa penangkapan memang terjadi di kamar. Siapa benar siapa berbohong?

Kasus suap daging impor yang sedang ditangani KPK memang menjadi pembahasan unik tersendiri. Masyarakat tidak hanya menyorot Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS yang terlibat kasus ini. Tetapi juga Maharani Suciyono, perempuan yang ikut ditangkap saat hendak menciduk Ahmad Fathanah (AF), staf Lufhi Hasan. Meskipun akhirnya dilepas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, keberadaan Maharani sangat menggelitik. Apa yang dilakukannya sehingga mahasiswi ini ikut dibawa?

Seperti dikutip dari Tempo, disebutkan Rani tengah berduaan dengan Ahmad Fathanah ketika KPK membuka kamar di hotel Le Meridien yang menjadi tempat dua insan berbeda jenis ini berduaan. Rani yang berkuliah di Universitas Moestopo didapati tengah dalam keadaan mabuk. Dengan kondisi Rani dan AF yang tidak tengah berpakaian, banyak yang menganggap perempuan ini sebagai ‘mahasiswi bayaran’.

Lain berita, lain pula yang disampaikan Rani dalam konferensi pers. Menurutnya, persuaannya dengan AF diawali dengan kehadiran seorang pelayan yang memberikan nomor telepon AF ketika Rani tengah hang out dengan teman-temannya di sebuah kafe di Senayan City pada Senin, 28 Januari 2013. Rani diminta sang pelayan untuk menghubungi nomor tersebut. Singkat cerita, terjadilah pertemuan dengan AF di kafe Hotel Le Meridien. Di sanalah Rani disodori uang 10 juta oleh Ahmad Fathanah yang mengaku seorang pengusaha dan ikut partai. Menurut Rani, penangkapan AF terjadi di kafe, bukan di kamar.

Namun, KPK membantah pernyataan Rani. Kepada wartawan selesai rapat dengan Komisi III DPR, Rabu lalu Abraham Samad, Ketua KPK menyatakan penangkapan AF terjadi di kamar, dengan KPK mengetuk pintu terlebih dahulu.

Dan, tentang apakah KPK memiliki video seputar apa saja yang dilakukan AF dan Rani di kamar, Abraham menjawab, “Tak ada video syur. Tapi kalau ditangkap di kamar, iya.”

Komentar Anda

Leave A Response