Scroll to Top

Lionel Messi Seharusnya Hidup di Planet Lain

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 12 Feb 2013

Lionel Messi Seharusnya Hidup di Planet Lain

Lionel Messi seharusnya hidup dan bermain sepakbola di planet lain karena ia terlalu hebat, sedangkan para pemain lain terlalu buruk untuknya. Demikian yang disampaikan Juergen Klopp, pelatih Borussia Dortmund yang baru saja ‘menolak’ Chelsea. Meskipun demikian, bukan berarti Klopp ingin melatih tim yang diisi Messi. Kata sang pelatih yang jago menemukan bakat brilian ini, ia tidak akan tertarik melatih tim yang diisi oleh Xavi, Messi, dan Cristiano Ronaldo sekaligus.

Lionel Messi adalah pemain favorit bagi seorang Juergen Klopp yang klubnya mampu menaklukkan Real Madrid di babak penyisihan Liga Champions. Bagi sang pelatih kepada media El Pais, “Messi adalah yang terbaik. Tapi, seharusnya ada kehidupan di planet lain (untuk menjelaskan kehebatan Lionel Messi). Karena, dia terlalu hebat untuk pemain lain, sedangkan kami (pegiat sepakbola) terlalu buruk untuknya.”

Banyak klub yang memilih untuk menumpuk pemain bintang. Lain halnya dengan Juergen Klopp. Memang menarik jika kita memiliki kekuatan luar biasa: kemenangan akan mudah diraih. Tapi, sepakbola bukanlah hanya masalah menang-kalah, tetapi juga harus dirasakan.

“Saya tidak tertarik memiliki Xavi, Messi, dan Cristiano Ronaldo dalam satu tim. Lebih hebat daripada tim lain, bagaikan saya bermain tenis dengan anak gadis berusia 3 tahun. Saya menang telak, sedang di sudut sebelah lain, gadis tersebut berdiri terdiam dengan raketnya. Ini tidak menarik lagi. Saya tidak hanya ingin menang, tapi juga ingin merasakan denyut hebatnya sepakbola.”

Dan bicara tentang pelatih terbaik, Juergen Klopp memiliki pendapat yang berbeda dari kebanyakan orang. Katanya, “Del Bosque adalah pelatih super, tapi memiliki tim yang luar biasa. Menarik jika melihatnya melatih Osasuna.”

“Saya memang (mendapatkan penghargaan) pelatih terbaik Jerman tahun 2012, tapi yang dilakukan Christian Strecih di Freiburg luar biasa. Seperti yang saya perbuat sebelumnya di Mainz (sebelum ke Dortmund): melakukan sesuatu yang sangat baik, tapi tidak menarik perhatian banyak orang. Yang terbaik tidak selalu pelatih dengan tim terbaik. Jika Anda memiliki tim dengan talenta sedikit, tapi sukses, tentu hal ini sangat mengagumkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda