Scroll to Top

LivesOn, Aplikasi Twitter Eksklusif Bagi Orang Mati

By Ibnu Azis / Published on Saturday, 23 Feb 2013

LivesOn

Orang mati tempatnya di kuburan, alam gaib – bisa surga atau neraka – dan bukan di linimasa. Jika Anda menjumpai orang yang diikuti di Twitter masih tetap saja nge-tweet tapi sesungguhnya ia sudah meninggal, maka ia telah sedang menggunakan aplikasi LivesOn, sebuah aplikasi Twitter eksklusif bagi orang mati.

Mengapa disebut telah sedang, sebab LivesOn tidak membuat tweet baru. Aplikasi ini memelajari pola tweet lama yang ditulis pengguna sebelum meninggal. Apa yang ia bagikan, tautan apa yang sering ia share, dan lainnya.

Secara sederhana, LivesOn menyerap kebiasaaan (tweeting) pengguna ketika masih hidup. Aplikasi ini menganalisa apa saja yang disukai pengguna, selera, dan juga sintaks. Mereka menyebutnya dengan algoritma kecerdasan buatan untuk mengadaptasikan tingkah laku daring dan pola penulisan (tweet) pengguna.

Misalkan saja pengguna tatkala masih hidup kerap men-share berita-berita dari situs A. Maka LivesOn akan melakukannya tatkala pengguna tersebut meninggal. Tak hanya meniru gaya berbagi, LivesOn juga menjiplak gaya berkomunikasi.

Aplikasi ini tentu saja mendulang kontroversi. Namun sang kreator berpendapat jika orang mati, orang koma tak sadarkan diri, tetap miliki hak untuk tetap berkicau.

Jika memang benar LivesOn bakal dirilis, maka aplikasi tersebut akan mendampingi dua aplikasi serupa: DeadSocial dan If I Die. Dikutip dari AllTwitter Sabtu (23/02/13) kedua aplikasi tersebut memungkinkan pengguna posting di Facebook, Twitter, serta LinkedIn.

Tertarik dengan LivesOn, kunjungi situsnya di tautan berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda