Scroll to Top

Stres Berlebihan Menurunkan Kualitas Sperma

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 27 Feb 2013

pria stres

Kontrol rasa stres yang Anda alami. Sebab, stres tingkat tinggi bisa memiliki dampak pada kualitas sperma Anda. Studi yang dlakukan Elisa Vellani dari Italia menemukan, para pria yang ditemukan sering mendatangi klinik kesuburan seringkali memiliki tingkat stres di atas rata-rata. Demikian informasi yang dikutip dari Times of India.

Pada studi tersebut dilibatkan 94 pria yang mengunjungi klinik kesuburan untuk pertama kalinya dan 85 pria yang sama sekali belum pernah mendapatkan perawatan kesuburan. Peneliti mencoba membandingkan keadaan sperma dua kelompok pria itu.

Masing-masing relawan diminta untuk menyediakan sampel air mani mereka sembari menjawab survey. Air mani mereka diperiksa kualitasnya. Sementara pengisian survey ditujuakan untuk mengetahui tingkat stres yang dialami relawan pada saat ini dan jangka panjang. Tingkat stres dinilai dari skor 20 sampai 80. Semakin tinggi skor menandakan relawan mengalami stres tingat tinggi.

Hasilnya, rata-rata kedua kelompok tersebut memiliki skor stres yang sama yaitu pada kisaran 37 hingga 40. Sementara saat dibandingkan kualitas seperma antara yang memiliki stres tinggi dan rendah, pria yang mengalami stres berlebih cenderung memiliki konsentrasi dan jumlah sperma yang rendah. Stres tinggi ini juga mempengaruhi kecepatan gerak sperma dan DNA.

“Secara keseluruhan, (menurut) pengamatan kami sangat mendukung bahwa (stres dan kecemasan) mungkin merupakan faktor penting yang terlibat dalam kesuburan pria,” kata peneliti.

Jumlah sperma yang normal adalah sekitar 52 juta yang ada dalam satu milimeter air mani. Pria yang mendatangi klinik kesuburan rata-rata hanya memiliki sekitar 29 juta sperma per milimeter air mani. Sementara menurut standar WHO, dalam setiap milimeter air mani yang masih memiliki 15 juta sperma, masih dianggap normal dan sehat.

Namun, kesuburan pria tidak hanya diihat dari banyaknya jumlah sperma. Misalnya ketika motilitas atau laju sperma bermasalah, maka bisa menjadi kendala bagi sperma mendatangi sel telur untuk melakukan pembuahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda