Scroll to Top

KLB PSSI, Menpora Terapkan Ajaran Ki Hajar Dewantara

By Aditya / Published on Saturday, 09 Mar 2013

roy suryo ki hajar

Menyikapi pelaksanaan KLB PSSI yang akan digelar di Jakarta pada tanggal 17 Maret 2013 mendatang, Menpora Roy Suryo ingin menerapkan ajaran yang diwariskan oleh leluhurnya, Ki Hajar Dewantara, yaitu prinsip ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, yang artinya ”di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”.

Terjalinnya rekonsiliasi antara kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti dalam pandangan Roy Suryo merupakan wujud tindakan pemerintah dalam hal ing ngarso sung tulodho, yaitu berada di depan untuk memberi teladan bahwa perdamaian adalah jalan yang terbaik.

Nah, menjelang dan saat pelaksanaan KLB PSSI, pemerintah, kata Menpora, akan berada dalam posisi ing madyo mangun karso dan ing tut wuri handayani.

“Ketika sekarang menyiapkan kongres, ing madyo mangun karso (di tengah sebagai pemberi semangat), dan nanti pada saat kongres ya tut wuri handayani (memberi motivasi dari belakang),” ujar Menpora di Jakarta, kemarin.

Dalam konteks persoalan PSSI, prinsip yang dicetuskan oleh pendiri Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara, tersebut dapat digunakan untuk memaknai peran pemerintah yang akan mengawasi dan mengawal jalannya KLB, tanpa harus melakukan intervensi yang berlebihan.

Mengapa Roy Suryo mengutip prinsip legendaris dari Ki Hajar Dewantara? Hal itu sebenarnya tidak mengherankan karena Roy Suryo dan Ki Hajar Dewantara sebenarnya masih terikat jalinan kekerabatan karena sama-sama berasal dari keluarga besar istana Kadipaten Pakualaman Yogyakarta. Kadipaten Pakualaman sendiri adalah kerajaan pecahan dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ki Hajar Dewantara, nama aslinya adalah Soewardi Soerjaningrat, merupakan salah seorang pahlawan nasional yang dimiliki Indonesia. Beliau adalah jurnalis pemberani pada masanya yang kerap melontarkan kritikan pedas kepada pemerintah kolonial Hindia Belanda dan akibatnya sering keluar masuk penjara kolonial, bahkan pernah dibuang dari Indonesia.

Pada tahun 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa yang masih eksis hingga saat ini dan tersebar di berbagai daerah dengan pusatnya di Yogyakarta. Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga tercatat sebagai Menteri Pendidikan RI yang pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda