Profil: AS Roma 2011-2012
Revolusi. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana AS Roma menyambut musim baru ini. Semua sektor mulai presiden, pelatih, hingga materi pemain dijejali orang-orang baru.
Keberhasilan Thomas DiBenedetto mengakuisisi Roma dari Keluarga Sensi adalah awal mula revolusi yang dilakukan Giallorossi. Dengan banyaknya dana segar yang disediakan sang presiden, membuat Roma lebih leluasa dalam memburu pemain incarannya.
Untunglah DiBenedetto jeli dalam hal ini. Sebelum merekrut pemain, ia lebih dulu mendatangkan orang yang benar-benar ahli dalam hal transfer pemain. Orang tersebut tak lain adalah Walter Sabatini. Berkat Sabatini, Roma berhasil mendatangkan sejumlah pemain incaran serta pelatih Luis Enrique.
Mendatangkan Enrique yang masih minim pengalaman pun juga didasari fakta bahwa Enrique adalah pelatih yang memiliki filosofi permainan menyerang. Maklum, ia adalah eks pemain dan pelatih Barcelona B. Tak ayal, harapan agar Enrique membawa metode kepelatihan ala Barcelona pun nyaring terdengar.
Enrique sendiri tak menampik jika ia akan menerapkan gaya Barcelona di Roma. Meski juga hal tersebut tidak akan mudah. “Apakah model permainan Barcelona bisa diterapkan disini? Saya rasa bisa. Namun setiap strategi baru pasti butuh adaptasi.”
Benar. Adaptasi permainan adalah hal mutlak yang harus dikuasai skuad Roma sekarang. Apalagi banyak pemain baru yang datang. Seperti Bojan Krkic, Erik Lamela, Maarten Stekelenburg, Jose Angel, Gabriel Heinze, Loic Nego, serta yang terbaru Pablo Osvaldo.
Maka, tak aneh jika Enrique bersikeras mendatangkan Bojan, pemain yang sudah lama dikenalnya di Barcelona. Bojan diharapkan bisa membantu rekan-rekan barunya untuk cepat beradaptasi dengan skema permainan yang dibawa sang pelatih.
“Itu semua tergantung pada pemain-pemain yang dimiliki serta kualitas yang ada pada diri mereka,” ujar Enrique.
Meski kehilangan tiga pemain andalan musim lalu dalam diri Philippe Mexes, Mirko Vucinic, dan Jeremy Menez, Roma diprediksi tetap berpeluang meramaikan persaingan merebut gelar juara.
Ada dua alasan yang mendasarinya, yakni para lawan belum mengenal strategi anyar Roma. Serta Roma tidak diganggu dengan jadwal di kompetisi Eropa sehingga konsentrasi mereka hanya tercurah di kompetisi lokal.
Profil tim:
Nama lengkap: Associazione Sportiva Roma SpA
Julukan: I Giallorossi, Il Lupi, La Magica
Berdiri: 1927
Stadion: Olimpico (72.698)
Presiden: Thomas DiBenedetto
Pelatih: Luis Enrique
Kapten: Francesco Totti
Posisi 2010-2011: 6
Website: www.asroma.it
Prestasi: 3 Scudetti, 9 Coppa Italia, 2 Super Coppa Italia, 1 Coppa CONI, 1 Inter-Cities Fairs Cup, 1 Trofeo Anglo-Italiano
Skuad 2011-2012 (hingga 29 Agustus 2011):
Goalkeepers: Bogdan Lobont, Gianluca Curci, Maarten Stekelenburg, Mirko Pigliacelli
Defenders: Cicero Cicinho, Jose Angel, Juan Silveira, Gabriel Heinze, Luca Antei, Loic Nego, Nicolas Burdisso, Marco Cassetti, Aleandro Rosi
Midfielders: David Pizarro, Erik Lamela, Rodrigo Taddei, Daniele De Rossi, Simone Perrotta, Leandro Greco, Fabio Simplicio, Matteo Brighi, Federico Viviani, Valerio Verre
Forwards: Pablo Osvaldo, Francesco Totti, Bojan Krkic, Marco Borriello, Gianluca Caprari, Stefano Okaka
Jadwal 2011-2012:
Bologna (28/8), Cagliari (11/9), Inter (18/9), Siena (21/9), Parma (25/9), Atalanta (2/10), Lazio (16/10), Palermo (23/10), Genoa (26/10), Milan (30/10), Novara (6/11), Lecce (20/11), Udinese (27/11), Fiorentina (4/12), Juventus (11/12), Napoli (18/12), Chievo (8/1), Catania (15/1), Cesena (22/1), Bologna (29/1), Cagliari (1/2), Inter (5/2), Siena (12/2), Parma (19/2), Atalanta (26/2), Lazio (4/3), Palermo (11/3), Genoa (18/3), Milan (25/3), Novara (1/4), Lecce (7/4), Udinese (11/4), Fiorentina (15/4), Juventus (22/4), Napoli (29/4), Chievo (2/5), Catania (6/5), Cesena (13/5)





