Scroll to Top

PSSI Bunuh Karir Pieter Rumaropen, Roy Suryo Setuju!

By Aditya / Published on Sunday, 28 Apr 2013

Pieter Rumaropen Persiwa

Keputusan Komisi Disiplin PSSI yang menghukum pemain Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen, dengan larangan tampil seumur hidup atas kasus pemukulan wasit didukung penuh oleh Menpora Roy Suryo. Meskipun vonis PSSI tersebut sama artinya dengan membunuh karir Pieter Rumaropen yang sepenuhnya menggantungkan hidupnya pada sepakbola, namun Menpora menyatakan setuju dengan sikap tegas yang telah ditunjukkan oleh PSSI.

“Saya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat setuju terhadap sanksi itu, dan saya instruksikan pada PSSI untuk bertindak tegas,” tandas Roy Suryo di Magelang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, juga menyatakan dukungannya atas keputusan Komdis PSSI terhadap Pieter Rumaropen. Djohar Arifin menegaskan bahwa PSSI tidak akan memberi toleransi terhadap pemain yang berlaku brutal, termasuk bagi pemain yang melakukan tindak kekerasan terhadap wasit. Pemain yang berperilaku kasar, lanjut Djohar Arifin, sudah seharusnya diberi sanksi yang seberat-beratnya.

“Kalau ada pemain yang masih brutal, protes kepada wasit dengan cara kekerasan, itu tidak perlu ditoleransi lagi. Pengurus PSSI sangat mendukung apa yang diputuskan Komisi Disiplin. Ini putusan yang sangat bagus dan menjadi pelajaran bagi seluruh pemain sepakbola,” tukas Djohar Arifin Husin.

“Saya minta para pelatih dan manajer memberi informasi dan penjelasan kepada pemainnya untuk tidak berbuat kekerasan. Saya juga meminta kepada pemain lainnya tidak mengulangi hal itu lagi,” lanjutnya.

Menanggapi keputusan Komdis PSSI yang menghukumnya seumur hidup, Pieter Rumaropen yang sempat kaget dan menyesali kelakuannya akan mengajukan banding dengan harapan mendapatkan keringanan hukuman.

“Mungkin, dalam 1-2 hari saya akan mulai mengajukan banding. Saya sangat kaget dengan keputusan Komdis PSSI. Saya berharap, banding saya diterima dan mendapat keringanan karena mata pencaharian saya dari sepakbola,” harap Pieter Rumaropen.

“Saya ingin bertemu wasit untuk menyampaikan permintaan maaf namun belum bisa. Ini sudah menjadi tanggungjawab saya. Seribu maaf buat wasit. Saya sangat menyesal atas kelakuan dalam pertandingan itu. Apalagi, pertandingan itu disiarkan secara langsung. Tindakan itu tidak pantas dilakukan. Kejadian itu menjadi pelajaran terutama buat para pemain muda agar kejadian ini tidak terulang lagi,” sesalnya.

Insiden pemukulan wasit tersebut terjadi di menit ke-81 ketika wasit Muhaimin menunjuk titik putih untuk PBR setelah bek Persiwa, O.K. Jhon, melanggar Nova Arianto di depan gawang. Tidak terima dengan keputusan itu, Pieter Rumaropen yang datang dari belakang langsung menonjok muka wasit hingga terluka dan tidak bisa melanjutkan memimpin pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda