Scroll to Top

Aplikasi Pesan Instan Gusur Budaya SMS Pengguna Ponsel

By Ibnu Azis / Published on Thursday, 02 May 2013

FB Messenger

Menurut data yang diperoleh perusahaan analisis Informa, jumlah pesan instan terkirim saban harinya mencapai 19 miliar. Angka ini jauh meninggalkan jumlah SMS terkirim yang hanya 17,9 miliar. Apakah aplikasi pesan instan sudah menggusur budaya SMS pengguna ponsel?

Apabila menilik jauh ke belakang, aplikasi pesan instan jumlahnya sangat terbatas. Yahoo! Messenger yang begitu populer di ranah desktop, kemudian Blackberry Messenger yang top bagi pengguna Blackberry. Hari ini, jumlahnya – khususnya mobile – seakan tak terbendung.

Di Asia saja ada tiga buah aplikasi pesan instan terpopuler. Sebut saja WeChat, LINE, dan Kakao Talk. Jumlah ini belum ditambah dengan WhatsApp, Viber, dan aplikasi lain yang kian berkecambah. Facebook sendiri tak mau ketinggalan dengan terus lakukan inovasi di Messenger-nya.

Informa memrediksi jika di akhir tahun 2013 nanti, jumlah pesan instan terkirim per harinya akan jatuh di angka 41 miliar. Angka ini jauh dari jumlah prediksi SMS terkirim, di periode yang sama yang hanya mencapai 19,5 miliar.

Menurut Informa, ada 3,5 miliar pengguna SMS. Sedangkan untuk aplikasi pesan instan angkanya hanya mencapai 586 juta pengguna saja. Namun jangan dilihat dari jumlah penggunanya, tetapi intensitas pengiriman pesan.

Pengguna SMS rata-rata hanya berkirim 1 SMS per hari. Sedangkan pengguna aplikasi pesan instan rata-rata mengirim 32,6 pesan. Akibat budaya berkirim pesan yang bergeser ini, sejumlah operator seluler dilaporkan merugi.

Salah satu operator seluler di Spanyol misalnya, untuk pendapatan SMS operator, vendor tersebut alami kerugian yang cukup signifikan. Pada tahun 2007 silam, jumlah pendapatan mereka mencapai 1,1 miliar euro. Namun di tahun 2011 hanya di angka 758,5 juta euro.

Namun para analis sepakat jika budaya SMS tidak akan mati dalam waktu dekat. Asumsi ini didukung dengan fakta tidak semua pengguna miliki aplikasi pesan instan yang sama. Facebook sendiri sempat khawatir soal gaya ABG yang bisa dengan mudah sekali berpindah aplikasi pesan instan jika tidak merasa cocok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda