Scroll to Top

Bye-Bye Ronaldo

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 21 May 2011

Apa kabar si tonggos Ronaldo? Setelah memutuskan untuk pulang kampung ke Brazil pada 2009, pria bernama lengkap Ronaldo Luís Nazário de Lima ini rencananya akan menutup karier internasionalnya bersama timnas Brazil kala bersua dengan Rumania pada 7 Juni 2011 mendatang. Sepak terjang striker yang sempat menjadi idola dunia, terutama menjelang Piala Dunia 1998 di Prancis ini tidak bisa dilupakan oleh penggemar sepakbola. Berikut ini sejarah singkat Il Phenomenon.

 

Ronaldo dilahirkan di Rio de Janeiro pada 18 September 1976. 17 tahun kemudian, Ronaldo muda menjajal kerasnya Liga Brazil kala bergabung dengan Cruzeiro. Sebelumnya, konon, klub Brazil ternama, Flamengo, sempat mengemohi si tonggos. Beruntunglah ada Jairzinho, legenda Brazil, yang melihat potensi khusus Ronaldo. Jairzinho menawari Ronaldo bergabung ke Cruzeiro, memulihkan semangat sang anak muda yang sempat ditampik oleh klub sekelas Flamengo. Hanya setahun di Cruzeiro, Ronaldo membuktikan bahwa ia akan menjelma menjadi bintang besar. Torehan 12 gol dari 14 pertandingan di musim pertamanya (sekaligus terakhir di Cruzeiro) sungguh fenomenal untuk pemuda berusia 17 tahun. Namanya meroket. Klub-klub Eropa yang hobi mencari bakat pun merayunya pindah dari Brazil. Adalah klub besar Belanda, PSV Eindhoven yang beruntung mendapatkan tanda tangan Ronaldo.

 

Dua musim di PSV (1994-1996), Ronaldo tampil memuaskan. Di musim pertamanya, Ronnie mencetak 35 gol dari 36 penampilan. Di Erevidisie musim 1994/1995, bahkan Ronaldo mencatatkan diri sebagai top skorer liga. Musim 1995/1996, meski dihantam cedera, nyatanya Ronaldo masih bisa mencetak 19 gol dari 21 pertandingan. Catatan Ronaldo yang sangat impresif ini kontan mengundang Inter Milan dan Barcelona untuk berburu si plontos. Barcelona terlebih dahulu mendapatkan servis Ronnie.

 

Hanya semusim di Camp Nou, markas Barcelona, Ronaldo mencetak 47 gol dari 49 pertandingan. Barca dibawa Ronnie menjuarai Winner’s Cup dengan menaklukkan PSG. Lagi-lagi, Ronnie berhasil menyabet gelar top skorer liga. Ia mencetak 34 gol dari 37 pertandingan hanya untuk La Liga saja. Hebatnya pula, pada 1996 Ronaldo menjadi pemain termuda yang mendapatkan gelar FIFA World Player of the Year. Kala itu usianya masih 20 tahun.

 

Bermasalah dengan kontrak di Barcelona, Ronaldo hijrah ke Serie-A. Giliran Inter Milan yang mendapatkan jatah ketajaman Ronnie. Selama lima musim memperkuat I Nerazzuri, Ronaldo mencetak 59 gol. Sayang, cedera parah yang menggerogotinya membuat Ronaldo hanya bersinar di musim pertama. Empat musim berikutnya, Ronnie mesti ditaklukkan masalah lutut.

 

Kebangkitan Ronaldo terjadi pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang. Dengan rambut kuncung, Ronnie mencetak 8 gol, termasuk 2 gol ke gawang Jerman di final Piala Dunia. Alhasil, Brasil merebut gelar kelima Piala Dunia dan si kuncung menjadi top skorer. Melihat karier Ronnie belum habis, klub kaya Spanyol, Real Madrid, membelinya. Benarlah, Ronnie terbukti ampuh. Selama tiga musim pertama, torehan golnya di atas 20 gol. Barulah kala Ruud van Nistelrooy didatangkan dari Manchester United, Ronnie terpinggirkan.

 

Lima musim di Madrid, Ronnie kembali ke Milan. Namun, kali ini ia memperkuat seteru Internazionale, AC Milan. Sayang, cedera kambuhan Ronaldo membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Dua musim di AC Milan, Il Phenomenon kembali ke brazil, ke Corinthians, tempatnya menghabiskan karier sepakbola hingga Februari 2011.

 

Cedera akut adalah faktor utama mengapa Ronaldo tidak bisa tampil segemilang masa mudanya. Namun, semua orang tetap akan mengangkat topi atas prestasinya. Ronaldo sukses menaklukkan semua liga Eropa dengan menjadi top skorer di Eredivisie dan La Liga. Ia juga tiga kali meraih penghargaan FIFA World Player of The Year (1996, 1997, 2002). Di timnas Brazil, prestasinya super mengkilap. Ia memenangi dua Piala Dunia bersama Tim Samba (1994, 2002). Ronaldo juga menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa dengan 15 gol. Tak aneh jika Brazil memberinya kesempatan melakukan pertandingan perpisahan kala bersua Rumania di Sao Paulo, 7 Juni 2011. Bye-Bye Ronnie.

One thought on “Bye-Bye Ronaldo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda