Scroll to Top

Israel: Google Merusak Proses Perdamaian Kedua Negara

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 07 May 2013

Google

Israel kembali buka suara terkait kebijakan Google yang dinilai ‘mengakui’ keberadaan negara Palestina. Kali ini negara tersebut berujar jika Google telah merusak proses perdamaian di kedua negara.

Seperti diwartakan Army Radio yang dikutip dari Guardian, Wakil Menteri Luar Negri Israel Zeev Elkin menilai langkah Google akan menjadi sebuah bumerang. Ia tegas mengatakan jika apa yang dilakukan mesin pencari itu adalah sesuatu yang salah.

Keputusan Google, sebutnya, sangat bermasalah. Ketika Google melegalkan Palestina maka proses perdamaian antara kedua negara telah dirusak. Tak perlu lagi adanya negosiasi dan hanya menciptakan ilusi di para pemimpin Palestina jika mereka seolah-olah telah memeroleh hasil yang nyata.

“Sebuah kebijakan tanpa negosiasi langsung dengan kami tidak akan pernah berhasil,” ujarnya.

Presiden Palestina Mehmoud Abbas lewat juru bicaranya menyebut langkah Google sebagai kemenangan bagi rakyat Palestina dan langkah menuju pembebasan. Google, sebut kata seorang penasihat Abbas, ‘menempatkan’ Palestina di peta internet dan membuat ini seperti kenyataan geografis.

Sebagaimana diketahui pekan lalu, Google, mengubah nama Palestinian Territories dan pakai Palestine di laman Google.ps. Sebelumnya Google hanya menuliskan Palestinian Territories atau Wilayah Palestina.

Perubahan yang dilakukan per 1 Mei 2013 ini akan dilakukan di seluruh produk Google. Perusahaan internet itu sendiri sebelum lakukan kebijakan kontroversial – di mata Israel – ini telah berkonsultasi dengan sejumlah pihak yang berwenang seperti PBB dan ISO (International Organisation for Standardisation).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda