Scroll to Top

Liga Italia: Soal Rasisme, Italia Harus Tiru Spanyol dan Inggris

By Naqib Najah / Published on Wednesday, 15 May 2013

Rasisme kembali menimpa nama Mario Balotelli. Hal tersebut ia dapat saat AC Milan bertemu AS Roma akhir pekan lalu. Kembali munculnya kasis rasisme membuat Fabio Capello turut angkat bicara. Tegasnya, Italia harus mencontoh sepak bola Inggris dan Spanyol.

Balotelli lagi… Balotelli lagi… namun untuk kali ini, ia muncul bukan karena olah kontroversialnya. Melainkan cemooh fans AS Roma yang berbau rasial dalam laga Big Match AC Milan kontra AS Roma. Fanatisme fans di Italia, di mata Capello, masih sering berujung pada lemparan rasial untuk menjatuhkan pemain lawan. Eks pelatih Real Madrid itu meminta sepak bola Italia segera berbenah. Setidaknya ia telah melihat perubahan positif yang terjadi di Inggris dan Spanyol.

“Sepak bola Italia harus belajar dari Inggris dan Spanyol, di mana ada aturan kuat yang dibuat untuk menangani kasus rasisme,” buka Capello kepada RaiSport. “Di Spanyol pemain bisa mendapatkan hal-hal yang lebih damai tanpa nyanyian ‘monyet’.”

Sejauh ini, Capello sudah berusaha memerangi rasisme. Namun hasilnya masih belum memuaskan.

“Semua ini berasal dari ultras, dan aku sudah berbicara cukup banyak terhadap mereka selama beberapa tahun terakhir.”

Dalam minggu ini, tidak hanya Balotelli yang terkena serangan rasisme. Namun eks pemain Chelsea, Didier Drogba pun mendapat nyanyian ‘monyet‘ dari fans Fenerbahce. Pemain Pantai Gading ini sempat membalas lemparan rasial lewat suratnya yang diposting Facebook resmi Galatasaray.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda