Scroll to Top

10 Negara Ini Gunakan Sihir untuk Menang dalam Perang

By Ibnu Azis / Published on Friday, 17 May 2013
Voodoo
Voodoo

Dalam sebuh perang segala daya dan upaya yang dilakukan akan dianggap halal bila diperlukan. Ini berlaku bagi semua negara yang terlibat di dalamnya. 10 negara berikut gunakan sihir untuk kepentingan menangkan perang. Apa dan bagaimana taktik tersebut?

10. Amerika Serikat – John Mulholland

John Mulholland

Pada masa Perang Dingin, CIA memerkerjakan John Mulholland, seorang ilusionis. Kala itu dirinya membuat sebuah buku panduan manual yang berjudul ‘The Official CIA Manual of Trickery and Deception’. Sebuah panduan yang mengajarkan agen-agen CIA untuk lakukan aksi ‘supernatural’ di lapangan.

9. Meksiko – Voodoo

Kasus yang ini berbeda bukan perang antar negara namun perang narkoba. Pemerintah Meksiko kehabisan akal bagaimana menhentikan peredaran narkoba di perbatasan AS dan Meksiko. Berfikir di luar kotak, mereka gunakan taktik nyeleneh, voodoo. Gunakan seorang imam cara ini dilakukan dengan prosesi lain seperti memotong kepala ayam di bulan purnama.

8. Inggris – Houdini

Houdini

Tahun 2006 lalu terkuak data jika Houdini pernah terlibat dengan Scotland Yard (kepolisian Inggris) dalam sebuah kasus. Ia berkerjasama dengan William Melville seorang spy Inggris. Peran Houdini sendiri sebagai mata-mata yang mengumpulkan informasi rahasia. Dengan gunakan keahliannya ia mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk lembaga dinas rahasia Inggris dan Amerika.

7. Inggris – Louis de Wohl

Louis de Wohl

Dalam Perang Dunia II Jerman dikenal sangat terobsesi dengan ilmu gaib dan supernatural. Mereka yakin akan pertanda alam khususnya bintang di langit. Inggris kemudian pekerjakan seorang peramal yang bernama Louis de Wohl guna menyusun horoskop palsu untuk mengusir NAZI dari tanah Inggris.

6. Departemen Pertahanan Inggris

Pada tahun 2002 sempat terbesit niatan Departemen Pertahanan Inggris untuk lakukan sebuah riset perlu tidaknya  seorang prajurit dilatih kemampuan supernatural. Ibarat paranormal prematur, tujuannya secara psikis menemukan dan menangkap musuh; senjata pemusnah massal (Irak) dan Osama Bin laden.

5. Perancis – Jean Eugene Robert-Houdin

Jean Eugene Robert-Houdin

Pada tahun 1856 Napoleon III mengutusnya untuk ditugaskan ke salah satu negeri jajakan Perancis, Aljazair untuk menghentikan revolusi. Lantas apa yang dilakukan Robert-Houdin? Ia mengaku sebagai penyihir untuk memengaruhi masyarakat.

4. Jerman – Heinrich Himmler

Heinrich Himmler

Kepala SS NAZI ini percaya jika pencarian Holy Grail yang ia lakukan akan berikan kekuatan supernatural dan kemampuan memenangkan perang untuk Jerman. Ia dan pasukannya melacak cup of Christ ini hingga ke biara-biara di Spanyol. Namun sayang usahanya tidak membuahkan hasil.

3. Uni Soviet – Kekuatan Pikiran

Negara yang kini bernama Rusia ini telah tertarik menekuni kekuatan pikiran sejak tahun 1920-an. Bahkan negara ini miliki Institut Riset Otak di Leningrad State University. Salah satu alasan mengapa Soviet memelajari psikokinesis untuk melatih tentara dan menhemat budget. Peralatan radio dan sistem pertahan kala itu miiliki biaya mahal.

2. Negara Sekutu – Jasper Maskelyne

Jasper Maskelyne

Salah satu trik terkenalnya dalam Perang Dunia II adalah tatkala ‘menyembunyikan’ Terusan Suez. Ini dilakukan untuk membingungkan pembom Jerman. Ia juga mengamuflasekan tank-tank sekutu agar tidak terlihat oleh tentara NAZI.

1. Amerika Serikat – Proyek Stargate

Stargate Project

Proyek ini berlangsung menjelang akhir Perang Dingin. Kala itu Pentagon habiskan biaya sekitar USD 20 juta. Proyek Stargate bertujuan untuk menyelami lebih jauh penggunaan remote viewing (kemampuan mendapat informasi dari jarak jauh), precognition (meramal peristiwa di masa depan), dan telekinesis (memindah objek tanpa menyentuh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda