Scroll to Top

Blackberry BM Jakarta Bakal Disita Kemendag

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 22 May 2013

blackberry bm

Peredaran Blackberry black market (BM) khususnya di Jakarta meresahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pihak terkait terus lakukan penggeledahan dan bakal lakukan penyitaan jika menemukan barang selundupan itu.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebelumnya mendapati sejumlah barang ini di Roxy Mas, Jakarta. Ia menemukan Blackberry tipe Q10 dan Z10 yang tidak disertai surat izin edar.

Blackberry yang ditawarkan, ujar Gita, sejatinya hanya beredar di negara tetangga. Ini berarti dua produk tersebut sejatinya memang belum waktunya didistribusikan di Indonesia. Demikian tulis Detik.

Nuz Nuzilia Ishak, Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag menyatakan jika tindakan penyitaan bukan untuk semua produk Blackberry Q10 dan Z10 yang beredar di Indonesia. Langkah ini hanya untuk temuan di Roxy Mas beberapa waktu yang lalu.

Ketetapan dari pengadilan sendiri pun telah ada. Ketetapan itu, sebut Ishak, baru keluar Senin (20/05/13). Dengan payung ini maka penggeledahan dan penyitaan di wilayah Jakarta bisa dilakukan.

Produk Blackberry Q10 dan Z10 sejatinya belum boleh beredar di Indonesia pada umumnya apalagi di Roxy Mas. Izin edar sendiri hanya dimiliki di Malaysia. Sedangkan barang BM yang ditemukan ditengarai diselundupkan dari Batam.

Blackberry BM memang miliki pangsa pasar tersendiri. Selain dikenal terjangkau fitur produknya tak ada bedanya dengan Blackberry legal yang dijual di toko mitra resmi.

ITC Roxy Mas Jakarta sendiri telah dilakukan aksi penggeledahan pada pekan lalu. Nantinya Kemendag bisa lakukan aksi penyitaan atas hasil temuan dan sidak mereka dengan bukti yangkap tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda