Scroll to Top

Minuman Soda Tidak Baik untuk Ginjal

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 26 May 2013

soda

Sudah banyak studi yang mengupas pengaruh buruk soda. Beberapa di antaranya adalah menimbulkan kegemukan, diabetes, hingga menimbulkan kematian saat terlalu banyak kandungan karbondioksida dalam soda yang memenuhi tubuh. Risiko lain adalah memunculkan kerusakan pada gigi dan stroke. Sementara itu, menurut studi terbaru yang dimuat  Journal Clinical of American Society of Nephrology mengatakan, minuman soda juga dapat mempengaruhi kemunculan batu di dalam ginjal.

Seperti dikutip dari Huffington Post, minuman soda dan minuman manis lain yang dikonsumsi setiap hari, memberikan risiko yang lebih tinggi terhadap terbentuknya batu ginjal dibanding hanya sesekali meminumnya. Anjuran untuk minum lebih banyak cairan, sebaiknya tidak memasukkan soda sebagai minuman yang dikonsumsi harian, terkait adanya risiko tersebut. Tidak semua cairan yang masuk ke tubuh aman bagi ginjal.

“Meskipun total asupan cairan yang lebih banyak dapat mengurangi risiko pembentukan batu, informasi tentang minuman individu ini mungkin berguna bagi dokter umum yang ingin menerapkan strategi untuk mengurangi pembentukan batu pada pasien mereka,” kata peneliti Dr Pietro Manuel Ferraro, MD, yang juga dokter di Catholic University of the Sacred Heart, Roma.

Batu ginjal terjadi saat konsentrasi urin cukup pekat. Kandungan yang ada dalam urin, beberapa di antaranya akan mengeras saat bertemu. Pengerasan inilah yang kemudian akan perlahan menjadi batu di ginjal maupun saluran kencing. Ketika batu ini membesar dan tidak bisa keluar bersama urin, terjadilah masalah penyumbatan. Ini menimbulkan masalah pada ginjal maupun saluran kencing. Sangat tidak disarankan menahan kencing terlalu lama agar material pembentuk batu bisa segera dikeluarkan. Selain itu, minum air dengan cukup akan menghindari masalah ini.

Dalam studi ini ditemukan, minum satu soda setiap hari akan meningkatkan risiko pembentukan batu sebesar 23 persen, dibanding orang yang meminumnya hanya seminggu sekali. Sementara mereka yang mengonsumsi minuman bersoda manis lain setiap hari, memiliki risiko pembentukan batu ginjal sebesar 18 persen dibanding mereka yang minum sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda