Scroll to Top

Liberty Reserve Tutup Karena Dianggap Scam

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 29 May 2013

Laptop

Liberty Reserve salah satu payment online terp0puler ditutup karena dianggap sebagai scam. Dalam pada itu dakwaan lain yang mengancam adanya dugaan pencucian uang. Pemiliknya pun kini telah ditangkap.

Arthur Budovsky sang pemilik telah diringkus di Spanyol. Ia sendiri adalah warga naturalisasi Kosta Rika dan telah menanggalkan statusnya sebagai warga Amerika Serikat.

Pada tahun 2011 lalu, perusahaan menutup kantornya di Kosta Rika. Namun Liberty Reserve (web) terus beroperasi dan akhirnya harus offline pada Senin lalu.

Arthur Budovsky sendiri telah dijatuhi hukuman pada tahun 2007 dengan lima tahun masa percobaan. Ia mengaku bersalah di pengadilan New York atas tuduhan bisnis keuangan ilegal mirip Liberty Reserve.

Para analis mengatakan jika asal muasal Liberty Reserve tidak jelas. Mata uang online ini digunakan untuk memindahkan dana dalam jumlah besar secara terselubung. Umumnya, hakcer gunakan jasa layanan ini.

“Mereka tidak peduli, tak urusi dari mana uang itu berasal dan kemana uang itu pergi, itulah cara mereka merancang model,” ujar Aditya Sood, kandidat Doktor Ilmu Komputer pada Guardian.

Yang lebih ironis lagi pencucian uang yang didakwakan diduga tidak berasal dari transaksi halal. Diindikasi sumber uang dari cybercrime dan konten pornografi.

Para analis yakin jika berakhirnya Liberty Reserve akan mengakibatkan perubahan cukup besar dalam perekonomian cybercrime. Sebab, dana yang dibekukan jumlahnya tidak sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda