Scroll to Top

Sering Menyundul Bola Bisa Mencederai Otak

By Ilham Choirul / Published on Monday, 17 Jun 2013

sundul

Aktivitas menyundul bola seperti yang dilakukan pemain sepakbola bisa membawa masalah serius untuk kesehatan otak. Dalam studi terbaru di AS ditemukan, mereka yang kerap melakukan sundulan bola berisiko lebih tinggi untuk mengalami masalah dalam berpikir maupun mengingat. Peneliti menemukan ada perubahan materi putih dalam otak para penyundul bola sebagai cerminan trauma cedera di kepala.

“Kami melihat hubungan antara menyundul dan perubahan di otak, dan perubahan dalam fungsi kognitif (berikir dan mengingat). Dan kami menemukan bahwa semakin lebih banyak orang yang melakukan, semakin besar kemungkinan kita untuk menemukan kelainan struktur mikroskopik di otak. Dan mereka akan lebih mudah untuk mengerjakan secara buruk untuk tes kognitif, terutama dalam hal memori,” kata penulis studi Dr Michael Lipton, direktur asosiasi dari Gruss Magnetic Resonance Research Center di Albert Einstein College of Medicine dan direktur medis dari pencitraan resonansi magnetik di Montefiore Medical Center, baik di New York City.

Dalam studi ini ditemukan informasi bahwa lebih dari 265 juta orang di seluruh dunia memainkan sepakbola. Selain kaki, mereka juga berlatih menyundul untk mengoper atau memasukkan bola ke gawang. Rata-rata dalam setiap pertandingan, pemain memakai kepalanya untuk menyundul 6-12 kali dengan kecepatan laju bola mencapai 50 mil per jam atau lebih.

Studi ini melibatkan 37 orang dewasa yang rutin berlatih sepakbola dua kali seminggu dan seminggu sekali melakukan pertandingan sepakbola. Mereka berusia 21-44 tahun dan sebagian mereka telah berlatih sejak kecil. Mereka lalu menjalani tes pencitraan yang disebut difusi tensor magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat gambar rinci perubahan mikroskopis dalam materi putih otak. Mereka juga diminta untuk mengisi tes kognitif dan kuesioner lain.

Setelah dianalisa, peneliti menemukan adanya kondisi di atas ambang batas dari otak mereka Diketahui antara 885 sampai 1.550 sundulan dalam setahun, telah mengakibatkan perubahan dalam otak. Sementara untuk sundulan lebih dari 1.800 kali dalam setahun, berpeluang mengakibatkan perubahan dalam kemampuan memori.

“Orang bisa mengalami beberapa derajat trauma. Tidak semua orang dengan benjolan di kepala mereka akan memiliki gejala gegar otak. Pertanyaannya adalah berapa banyak yang diperlukan untuk memiliki cedera yang parah? Dan, itu tetap merupakan pertanyaan terbuka, terutama pada anak-anak,” kata Lipton, seperti dikutip Health.

Studi ini menunjukkan bahwa mungkin seseorang tidak tampak memiliki gegar otak yang kasat mata. Namun dengan adanya peristiwa-peristiwa akumulasi perubahan materi putih otak ini, akan terlihat perubahan fungsinya ketika faktor risiko udah menumpuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda