Scroll to Top

4 Manfaat Jahe Bagi Liver

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 09 Jul 2013

jahe

Jahe dengan mudah ditemukan di Indonesia. Jahe, yang masih satu keluarga dengan temu lawak ini, ternyata memiliki manfaat yang sama dengan temu lawak dalam melindungi organ hati atau liver. Dikutip dari LiveStrong, jahe berperan untuk mencegah dan mengobati masalah yang dihadapi oleh liver. Ada empat manfaat jahe untuk liver yang telah ditemukan melalui penelitian:

  1. Melindungi liver dari kerusakan. Pada sebuah studi yang rilis September 2010 menyebutkan, jahe dan sawi putih sama-sama memiliki manfaat untuk melindungi liver. Studi yang dimuat dalam Indian Journal of Pharmaceutical Sciences tersebut menguji pada hewan dengan memberikan sejumlah dosis dari jahe dan sawi putih. Masing-masing diberikan dosis 250 mg dan 500 mg dari kedua bahan tersebut. Hasilnya, jahe dan sawi putih secara signifikan mengembalikan kerusakan liver dan komposisi darah menuju normal , baik dengan mengonsumsi semua bahan atau salah satunya. Namun, pemberian hingga 5 gram per kilogram berat badan hewan terjadi efek toksik. Dari situ juga ditemukan bahwa evaluasi mikroskopis di jaringan liver ikut menunjukkan perbaikan dengan kedua bahan.
  2. Jahe melindungi seseorang dari fibrosis liver. Dalam studi yang dimuat jurnal Nutrition and Metabolism di tahun 2011 menyebutkan, beberapa ekstrak jahe yang dieliti akan meningkatkan kadar enzim antioksidan yang penting untuk kebaikan fungsi liver. Di dalamnya termasuk zat glutation dan superoksida dismutase. Peneliti berkesimpulan, jahe bisa dipakai untuk mengatasi fibrosis liver. Ini menjadi temuan awal.
  3. Melawan parasit di liver. Schistosomiasis adalah jenis parasit yang menyerang liver dan usus. Studi dari Universitas King Khaled, Arab Saudi, menemukan, jahe dapat menghambat sebagian besar parasit yang masuk ke tubuh. Misalnya parasit cacing, ketika bertemu zat dalam jahe akan berubah struktur permukaannya dengan menghilangnya daerah-daerah tertentu dari tubuhnya. Pada evaluasi mikroskopis terhadap jaringan liver, area liver yang kemungkinan terkena parasit menjadi lebih sedikit dengan mengonsumsi jahe. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Parasitology Research tahun 2011.
  4. Mengatasi liver yang berlemak (fatty liver). Kondisi fatty liver menyebabkan seseorang bisa mengalami resistensi insulin. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal World Journal of Gastroenterology pada tahun 2011 disimpulkan, jahe membantu mencegah dan mengobati fatty liver dengan mengurangi stres oksidatif di liver. Sekaligus, jahe akan menurunkan resistensi insulin, mencegah peradangan, dan menjauhkan dari faktor yang menyebabkan fatty liver.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda