Camara Sekou PBR

Kematian mendadak Sekou Camara ternyata tidak luput dari perhatian PSSI selaku induk federasi sepakbola nasional. PSSI menyatakan akan segera membentuk tim investigasi terkait wafatnya penyerang Pelita Bandung Raya (PBR) asal Mali itu. PSSI akan berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator Indonesia Super League (ISL) untuk menyelidiki hal-ihwal kematian Sekou Camara.

“PSSI berbelasungkawa atas meninggalnya pemain PBR Camara Sekou. PSSI meminta PT LI membentuk tim melakukan koordinasi dan pengalian data terkait insiden itu,” tandas Joko Driyono, Sekjen PSSI sekaligus CEO PT Liga Indonesia, di Jakarta, Senin (29/7/2013).

“Tim dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan baik jangka pendek terkait kepulangan pemain ke negara asal hingga hal-hal yang perlu dilakukan untuk masa mendatang,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekou Camara meninggal dunia wafat karena diduga terkena serangan jantung saat menjalani latihan bersama tim PBR, Sabtu (27/7/2013) malam. Pemain lengkap Abdulaye Camara Sekou ini meninggal dunia pada usia yang relatif masih muda yakni 27 tahun.

Berita meninggalnya Sekou Camara pertamakali terungkap lewat akun Twitter bek PBR, Nova Arianto, yang mengabarkan bahwa rekannya itu meninggal dunia setelah sempat terjatuh pada sesi latihan tim pada sekitar pukul 21.35 WIB.

Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, namun Sekou Camara tidak tertolong hingga menghembuskan nafas terakhir. Sebelumnya, eks pemain Persiwa Wamena ini sempat mengeluh sesak nafas kepada Gaston Castano yang menjadi rekan timnya di PBR. Namun, Sekou Camara tetap melanjutkan latihan hingga terjadi peristiwa naas itu.