Scroll to Top

Kurang Tidur Membuat Seseorang Doyan Makanan Berkalori Tinggi

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 14 Aug 2013

tidur

Ketika seseorang memiliki waktu tidur yang rendah, dia memiliki keinginan untuk memenuhi tubuh dengan makanan yang cenderung berkalori tinggi dan berlemak. Hal ini terungkap melalui sebuah studi yang dilakukan Universitas California di Barkeley, AS, yang melihat ada pengaruh kurang tidur dengan adanya penambahan ukuran lingkar pinggang karena adanya penumpukan lemak.

Seperti dikutip She Knows, peneliti mengungkapkan bahwa orang menjadi makan lebih banyak ketika mereka kehilangan waktu tidurnya. Mereka melakukan itu untuk menebus energi yang seharusnya terbentuk sewaktu tidur. Kurang tidur akan mempengaruhi bagian otak yang mengontrol rasa lapar dengan membuatnya lebih termotivasi untuk membuat keputusan rasional terhadap munculnya kebutuhan energi tersebut.

‚ÄúPerubahan kita lihat disebabkan oleh kurang tidur itu sendiri. Bukan sekadar mungkin metabolisme lebih terganggu ketika Anda kurang tidur,” kata Dr Matthew P. Walker, profesor psikologi dan ilmu saraf di University of California, yang juga salah seorang peneliti dalam studi ini.

Studi melibatkan 23 pria dan wanita sehat yang dibagi dalam dua jadwal pengamatan yang berbeda. Dalam satu jadwal, peserta diminta ke laboratorium dan tidur selama 8 jam sebelum sarapan. Para peserta lalu diminta melihat 80 gambar makanan yang berbeda dan dinilai seberapa kuat mereka punya keinginan makan. Peserta juga diamati aktivitas otaknya. Peserta juga diberitahu bahwa mereka dapat memakan makanan yang mereka beri nilai tertinggi.

Pada jadwal berikutnya, mereka datang lagi ke laboratorium. Namun mereka dibiarkan terjaga pada malam hari dan mengonsumsi makanan ringin seperti apel, kacang, dan kerupuk.

Hasilnya, ketika peserta dihadapkan pada kondisi kurang tidur, mereka lebih mungkin untuk memilikih makanan berkalori tinggi. Scan pada otak menunjukkan, keinginan untuk makan makanan berkalori tinggi diproduksi secara intens oleh bagian otak yang disebut amigdala.

Amigdala merupakan bagian otak yang mengatur hasrat untuk berbagai hal, termasuk keinginan untuk memilih makanan. Pada saat yang sama, terjadi perlambatan aktivitas di korteks lobus frontal. Hal ini menjadikan amigdala lebih mendominasi kerja otak dibanding bagian korteks lobus frontal dalam proses pengambilan keputusan untuk memilih makanan.

Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan tidur 7-8 jam setiap hari sangat mempengaruhi tubuh. Terutama Anda yang sedang menjalankan diet, cukup tidur dapat membantu Anda mengurangi jumlah lemak yang ada di pinggang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda