Scroll to Top

Rencanakan Kehamilan Anda di Usia Muda

By Ilham Choirul / Published on Monday, 02 Sep 2013

hamil

Merencanakan kehamilan perlu dibicarakan oleh pasangan. Pasalnya, bagi wanita, sel telur atau ovum sangat dipengaruhi oleh usia mereka. Peluang untuk hamil terbuka lebar ketika wanita masih muda. Menginjak usia tua, sel telur jumlahnya berkurang secara signifikan. Hal tersebut membuat kemungkinan terjadinya pembuahan semakin kecil.

Dikutip dari Times of India, seorang wanita yang lahir ke dunia diperkirakan membawa  kurang lebih 1.000.000 sel telur selama hidupnya. Pada saat mengalami menstruasi untuk kali pertama, sel telur pada wanita berkurang hingga 90 persen. Kurang lebih sisa sel telur yang akan dibawa sampai tua tinggal 150 ribu. Setiap bulan saat menstruasi, sisa sel telur akan terus lepas secara bertahap hingga wanita mengalami menopause di usia 40 sampai 50 tahun. Jumlah pelepasan sel telur dipengaruhi oleh faktor genetik maupun

Pada usia 20 hingga 30 tahun, sel telur normal yang dimiliki wanita sekitar 30 persen dan berkurang setiap 10 tahun sekali. Selama berusia 30-an jumlahnya berkurang lagi hingga 16 persen sel telur normal. Hingga berusia pertengahan usia 40-an, pengurangan jumlah sel telur terjadi antara 2 sampai 9 pesen.

Semakin muda seorang wanita merencanakan kehamilan, peluang untuk hamil semakin besar. Usia 20-30 tahun lebih mudah untuk hamil dibanding usia 40-an.  Namun, ada kalanya wanita mengalami kesulitan hamil dengan berbagai sebab.  Bila dalam keadaan normal belum juga terjadi pembuahan, sebaiknya menghubungi dokter ahli kandungan untuk melakukan pemeriksaan atau program kehamilan.  Ketika ada kesulitan dalam menyatukan sel telur dan sperma, langkah terakhir untuk hamil mungkin bisa dipilih program bayi tabung.

Ada lagi yang perlu diingat dalam merencanakan kehamilan. Ada kemungkinan sel telur pada wanita berusia 30-an sampai pertengahan 40-an lebih rentan memiliki genetik abnormal. Sel telur dengan genetik seperti ini bisa memunculkan bayi yang berisiko mempunyai masalah saat kelahiran, seperti kasus Down Syndrome yang menyerang kemampuan otak bayi. Oleh karena itu, hamil dalam usia tua kerap dianggap kehamilan berisiko. Jika usia Anda masih muda, sebaiknya merencanakan kehamilan tidak  pada  usia berisiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda