Scroll to Top

Uang dan Ayah, Alasan Mesut Ozil Tinggalkan Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 05 Sep 2013

Uang dan Ayah, Alasan Mesut Ozil Tinggalkan Real Madrid

Kepergian Mesut Ozil dari Real Madrid meninggalkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin seseorang yang seminggu sebelumnya mengaku kehidupannya di Madrid sempurna, kemudian beralih ke Arsenal? Melalui pelacakan Marca, salah satu penyebab hijrahnya sang playmaker Jerman, adalah ambisi sang ayah, Mustafa Ozil.

Semua bermula pada keinginan Mustafa pada 22 Mei 2013. Ketika itu, bersama sang anak, ia bertemu dengan Florentino Perez dan Jose Angel Sanchez. Mustafa mendesak Perez untuk segera menyusun kontrak baru untuk sang anak. Permintaannya, gaji 7 juta Euro —yang berarti naik 2 juta dari gajinya sekarang– dan kontrak hingga 2019.

Namun, mereka menemui jalan buntu. Jawaban dari pihak klub terlalu dingin, “Sekarang bukan saat yang tepat”. Pada detik itulah Mustafa mulai terluka.

Ayah Mesut Ozil bukannya buta dengan bursa transfer. Ia mengetahui anaknya begitu diminati banyak klub. Bayern Munchen, Manchester United, PSG, dan Arsenal siap membidik sang playmaker. Diklaim Marca,sejak saat itulah Mustafa mulai membujuk anaknya, bahwa Madrid tak menghargai kerja kerasnya, dan masih ada pintu terbuka untuk berkarier di luar Santiago Bernabeu.

Mustafa Ozil

Musim panas semakin panas bagi keluarga Ozil ketika Isco didatangkan oleh Florentino Perez. Jika sebelumnya Mustafa Ozil bisa menekan Madrid untuk buru-buru memperbarui kontrak, sekarang Los Blancos memiliki tekanan pula untuk meredam ambisinya. Tapi, Mustafa masih terus memberi ultimatum demi ultimatum kepada Florentino.

Sementara, di lapangan, Ozil sempat ditempatkan sebagai sayap kanan oleh Carlo Ancelotti. Sesuatu yang tidak disukainya. Diklaim Marca, keadaan ini, di samping bujukan sang ayah, lama-lama meyakinkan Ozil bahwa ia memang tidak dibutuhkan Madrid. Lalu, meluncurlah ‘ledakan’ ketika ia diganti oleh Casemiro saat melawan Granada.

Ketika Arsenal mengeluarkan tawaran 45 juta Euro dengan gaji 8 juta Euro pertahun kepada Ozil,—tiga juta Euro lebih banyak dari gajinya di Madrid—  Mustafa bergegas memberi tekanan lagi kepada Florentino Perez dan petinggi Madrid. Namun, kali ini reaksi tak terduga muncul dari klub.

Bukannya berniat memperpanjang kontrak, dengan pertimbangan bahwa Carlo Ancelotti lebih memilih Angel Di Maria, tercetuslah jawaban, “Jika Anda ingin Ozil pergi, pergi saja.” Ucapan inilah yang kemudian mendorong Mustafa dan Mesut memastikan, Arsenal adalah tempat yang lebih nyaman dari Real Madrid.

Kepergian Ozil membuat sekian Madridistas menitikkan air mata. Membuat para pemain Los Blancos seakan tidak percaya, salah satu punggawa paling bertalenta yang dimiliki Santiago Bernabeu, memulai karier baru di Premier League …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda