Scroll to Top

FB Bisa Picu Depresi Bila Diakses Terlalu Sering

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 11 Sep 2013

Facebook

Depresi bisa muncul atau diakibatkan oleh banyak faktor. Bisa karena masalah yang dihadapi, tramua, perasaan sedih, pekerjaan, dan masih banyak lagi. Ternyata, akses Facebook terlalu sering bisa akibatkan itu. Mengapa demikian?

Ada dua kelompok umur yang ditengarai jadi korban utama depresi ini. Mereka adalah kelompok remaja dan kalangan dari pra remaja. Ini terjadi karena mereka habiskan waktu terlalu banyak di Facebook atau berinteraksi terlalu lama lewat chatting.

Namun ‘korban’ ini alami kejadian serupa bilamana mereka telah masuk ke kategori pecandu (internet). Mereka berupaya dengan keras untuk berinteraksi dan sosialisasi di dunia nyata tapi urung buahkan hasil. Kemampuan bersahabatnya pun kurang.

Beberapa dari mereka menganggap tak ada yang realistis di kehidupan (nyata). Para peneliti pun menyebutnya sebagai buah dari depresi khususnya di Facebook. Sebab, interaksi yang terjalin hanya di dunia jejaring sosial ini saja.

Dikutip dari JPPN, pada tahun 2010 lalu peneliti mencatat ada 1,2 persen pengguna internet di usia 15 hingga 51 tahun yang habiskan waktu terlalu banyak di dunia maya. Bahkan jumlah waktu perbandingan antara dunia nyata dan online cukup jauh.

Akan tetapi ada dua anggapan kala itu. Pertama, apakah penggunaan internet berlebih yang menyebabkan mereka cenderung depresi. Kedua, apakah karena depresi mereka cenderung gunakan internet terlalau berlebih.

Tahukah Anda di Fountainhead Organic Health Retreat, Sunshine Coast, Australia ada sebuah spa yang tangani penderita depresi Facebook. Spa ini tawarkan paket tujuh hari perawatan dengan tarif yang lumayan mahal, 4.550 dolar Australia atau sekitar Rp 43 juta.

Ada juga paket 16 hari, 28 hari, hingga 56 hari. Tentu saja tarifnya hingga ratusan juta rupiah. Bahkan ada pasien yang berusia belasan tahun yang memanfaatkan layanan ini. Jika Anda terlalu sering mengakses jejaring sosial populer ini, ada baiknya untuk waspada.

Sebab, fenomena kesehatan mental ini ditengarai disebabkan karena terlalu banyak habiskan waktu untuk mengakses dan jumlah perbandingan waktu yang tak berimbang. Mereka mengukur harga dirinya dengan keberhasilan profil di dunia online, termasuk jumlah teman dan likes yang didapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda