Scroll to Top

Mood Positif Mendorong Pasien Jantung Hidup Lebih Lama

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 15 Sep 2013

dokter

Orang yang memiliki penyakit jantung sangat disarankan untuk selalu memiliki sikap positif dalam menghadapi hidup. Menurut studi terbaru di Denmark disebutkan, sikap positif membuat pasien penyakit jantung memiliki tingkat harapan hidup yang lebih tinggi dibanding pasien yang suasana hatinya cenderung negatif. Selain itu, sikap postif yang dibangun oleh para pasien penyakit jantung dapat mendorong mereka untuk juga aktif melakukan olahraga. Demikian dikutip Times of India.

Studi ini melibatkan 600 pasien jantung koroner pada sebuah rumah sakit di Denmark. Mereka diberikan pertanyaan melalui kuesioner untuk mengetahui suasana hati yang dominan dirasakan oleh para pasien. Selanjutnya responden ini dilakukan pengamatan selama lima tahun sebelum akhirnya peneliti mengambil kesimpulan.

Hasilnya, setelah lima tahun berjalan, pasien yang lebih banyak mengembangkan suasana hati positif memiliki kecenderungan 42 persen lebih kecil untuk meninggal untuk alasan apa pun dalam masa tindak lanjut. Kematian yang terjadi di antara pasien dengan sikap positif hanya kurang dari 10 persen. Sebaliknya pasien yang lebih mengembangkan suasana hati negatif terdapat kematian sebanyak 16,5 persen atau 50 kematian di antara mereka.

Peneliti juga mendapati mood positif mendorong pasien jantung untuk rutin berolahraga. Paduan sikap positif dan olahraga membuat risiko mereka untuk menjalani rawat inap di rumah sakit ikut menurun.

“Kami harus fokus tidak hanya pada peningkatan sikap positif dalam rehabilitasi jantung, tetapi juga memastikan bahwa pasien melakukan latihan secara teratur. Seperti latihan dikaitkan dengan kedua peningkatan, tingkat optimisme dan kesehatan yang lebih baik,” kata Susanne S. Pedersen, salah seorang penulis studi dan profesor psikologi jantung pada Departemen Kedokteran dan Psikologi Klinis, Tilburg University di Belanda, dan dosen psikologi jantung di University of Southern Denmark dan Odense University Hospital di Denmark.

Studi ini dipublikasikan dalam American Heart Association journal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda