Scroll to Top

Pertolongan Pertama Jika Twitter Anda Mengirim Spam

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 08 Oct 2013

Twitter Spam

Spam di Twitter menjangkit pengguna dengan dua aktivitas; menerima dan mengirim. Bilamana Twitter Anda terus menerus mengirim spam, inilah empat pertolongan pertama yang wajib dilakukan.

Mengapa akun Twitter mengirim spam? Setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, pengguna menklik tautan sembarangan yang berbuntut spam. Tautan ini umumnya tawarkan program atau hadiah menggiurkan.

Kedua, pengguna mengizinkan sebuah aplikasi pihak ketiga untuk mengakses akunnya. Aplikasi ini kemudian menerima izin untuk berkicau ke akun pengguna secara otomatis tanpa sepengetahuan pemilik akun.

Nah, untuk menghentikan aksi spam otomatis ini, setidaknya ada beberapa cara yang bisa ditempuh sebagai pertolongan pertama. Selengkapnya sebagai berikut:

1. Ganti Password

Cara ini cukup ampuh sebab akan ‘memutus’ akses permisi aplikasi pihak ketiga. Sebab, ketika password telah diganti maka otomatis akses permisi harus diulang. Ini berarti aplikasi yang disinyalir membuat akun pengguna nyepam bakal terputus.

2. Peringatkan Follower

Spam ibarat ‘domino’. Bila pengikut Anda menklik tautan yang dibagikan bisa jadi mereka akan menyebar spam pula. Ingatkan follower untuk tidak menklik tautan apa saja yang telah dibagikan akun Twitter Anda.

3. Cabut Akses (Revoke Access)

Dengan mencabut akses atau revoke, maka kemampuan akses aplikasi pihak ketiga juga akan terputus. Sila masuk ke Setting dan pelajari dengan seksama aplikasi pihak ketiga yang tidak Anda kenal. Setelah menemukan aplikasi yang mencurigakan, cabut saja aksesnya.

4. Hapus Tweet dan DM

Terakhir, hapus semua tweet dan DM yang dicurigai sebagai spam atau kicauan serta pesan tersebut yang bukan Anda yang menulisnya. Langkah ini ini dilakukan untuk menghindari agar pengguna lain tidak mengalami kejadian yang sama bila mereka terlanjur menerima spam tersebut.

Akun Twitter yang mengirim spam bisa lewat pintu kicauan dan DM atau Direct Message. Salah satu cara paling masuk akal untuk mencegah hal ini yakni dengan tidak menklik tautan sembarangan serta mempelajari dengan seksama aplikasi pihak ketiga yang meminta permisi akses sebelum memberikannya izin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda