Scroll to Top

Waspadalah! Kini Perampok Gunakan Facebook Dan Twitter Untuk Memilih Mangsanya!

By Aisyah Indarsari / Published on Tuesday, 27 Sep 2011

Para kriminal ternyata mulai sadar bahwa mereka hidup di jaman digital, dan menemukan jejaring sosial sebagai sarana pencapaian tujuan kejahatan mereka. Setidaknya itulah hasil survey yang diperoleh Friendland, berikut seperti yang diberitakan oleh AllFacebook.

Friedland adalah sebuah lembaga yang ahli dalam bidang keamanan tempat tinggal, yang berpusat di Inggris. Survey ini mereka lakukan kepada sebanyak 50 orang pelaku perampokan tempat tinggal, yang telah dijatuhi hukuman di awal tahun ini.

Secara lengkap, berikut hasil survey yang mereka laporkan:

  • Sebanyak 78% dari perampok tersebut mengaku bahwa jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Foursquare mereka gunakan untuk memilih rumah sasaran perampokan.
  • 54% dari perampok tersebut berkata bahwa mengumumkan posisi mereka di status, dan memberitahukannya di situs-situs jejaring sosial adalah kesalahan yang umum dilakukan para pemilik rumah.
  • Sebanyak 74%nya mengaku bahwa fitur Google Street View memiliki peranan penting dalam tindakan kriminal perampokan tempat tinggal akhir-akhir ini.
  • Rata-rata hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit bagi para perampok untuk melakukan aksi mereka, dimana cukup 2 menitnya mereka gunakan untuk berhasil mendobrak masuk tanpa terlihat.
  • Akan tetapi tampaknya bukannya tanpa kesulitan tindakan perampokan yang mereka lakukan, karena sebanyak 80%nya mengaku bahwa dengan adanya sistem alarm anti maling bahkan yang paling sederhanapun bisa membuat mereka mengurungkan niat untuk meneruskan perampokan tersebut.

“Kita hidup di era digital criminal, dan banyak pelaku kejahatan mengambil keuntungan dari sosial media untuk mengakes informasi dari calon korban mereka. Para calon korban ini akan memberi tahu kapan mereka akan pergi berlibur, kapan mereka tidak dirumah, dan bahkan banyak yang mengundang untuk mampir ke rumah mereka”, kata Richard Taylor, salah satu terpidana tindak pencurian yang diinterview pada saat survey tersebut.

Apakah Anda pernah melakukan kesalahan yang sama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda