Scroll to Top

French Kiss Jadi Media Penularan Penyakit Mononucleosis

By Ilham Choirul / Published on Friday, 18 Oct 2013

couple-kiss-asian

Bercinta tanpa melakukan french kiss mungkin kurang lengkap bagi sebagian pasangan. Ciuman ini terasa lebih “maut” dibanding sekadar ciuman biasa. Pasalnya, french kiss melibatkan mulut dan lidah yang saling beradu. Namun perlu Anda tahu, ciuman seperti ini tidak sepenuhnya aman. Ada ancaman penyakit sebagai risikonya, berupa mononucleosis.

Penyakit tersebut disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Penularan penyakit ini melalui kontak ludah dari penderita ke orang lain. Selain itu ludah yang terlempar keluar saat penderita  batuk atau ludahnya mengenai makanan, juga menjadi pencetus penularan.

French kiss menjadi sarana paling cepat untuk menularkan virus Epstein-Barr. Virus ini memerlukan waktu rata-rata 17 hari sebagai masa inkubasi. Setelah itu penderita akan mengalami beberapa gejala serangan.  Di antara gejala tersebut adalah sakit tenggorokan, pusing, radang amandel, nafsu makan menurun, hingga merasa sangat letih. Namun kadang gejala ini tidak selalu muncul pada penderita. Kabar buruknya, penularan bisa berlangsung hingga masa lima bulan.

Penyakit mononucleosis main berkembang tatkala seseorang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Virus lebih lebih mudah aktif dengan kondisi badan lemah. Hingga saat ini, french kiss menyumbang penularan virus Epstein-Barr tertinggi. Air liur yang mengandung virus secara langsung akan berpindah tempat. Jadi pastikan Anda dan pasangan tidak sedang terkena penyakit ini saat melakukan french kiss.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda