Scroll to Top

Asal Usul Perayaan Hallowen, Tak Penting Diikuti

By C Novita / Published on Thursday, 24 Oct 2013

hallowen

Perayaan Hallowen biasanya diadakan tanggal 31 Oktober setiap tahunnya, oleh masyarakat Amerika dan juga sebagian negara Barat lainnya. Pada perayaan itu, ada banyak simbol-simbol setan yang akan digunakan atau dijadikan pajangan depan rumah. Misalnya kostum seram ala penyihir atau hantu, labu dengan bentuk tengkorak (Jack O’Lantern), meminta permen dari rumah ke rumah (trick or treat) dan menakuti-nakuti orang dengan cerita hantu.

Anehnya, penduduk Asia termasuk Indonesia ada yang latah turut serta memperingati Hallowen padahal tak tahu apa makna sebenarnya perayaan itu. Mereka ikut-ikutan memakai kostum seram, dan merayakan Hallowen dengan pesta yang bertema hantu.

Bagaimana sebenarnya asal usul perayaan Hallowen?

Sejarah perayaan itu berasal dari tradisi bangsa Galia kuno (Gael) berada di Irlandia, yang bernama Samhain. Samhain adalah perayaan beralihnya musim semi dan musim panas (masa terang), ke musim gugur dan musim dingin (masa gelap).

Bangsa Galia percaya bahwa saat peralihan musim itu, batas antara dunia gaib dan dunia nyata akan terbuka sehingga banyak penghuni alam gaib yang masuk ke alam manusia. Samhain diadakan untuk ‘mengundang’ arwah roh keluarga dan nenek moyang mereka untuk makan bersama dan menyembelih binatang persembahan.

Sedangkan untuk menghindari dari makhluk gaib yang jahat, yang dipercaya menyebarkan penyakit dan pengaruh buruk, maka penduduk Galia mengenakan topeng hantu dan kostum nenek sihir untuk mengelabui para hantu jahat itu. Mereka juga akan membuat api untuk membakar tulang hewan persembahan mereka.

Mengapa berubah menjadi Hallowen?

Dilansir oleh Wikipedia, kata Hallowen berasal dari All Hallow Even (hari raya semua orang suci=all saint day). Ini merupakan hari raya yang biasanya diadakan oleh umat kristiani masa itu, pada tanggal 13 Mei, yang lantas dipindah ke tanggal 1 November oleh pemuka agama di masa tersebut. Hampir bersamaan dengan diadakannya perayaan Samhain tanggal 31 Oktober malam.

Tujuannya untuk membuat para penganut pagan dan perayaan Samhain jadi turut merayakan perayaan kristiani itu dan lama-kelamaan mempercayainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda