Scroll to Top

Dianggap Terlibat Penganturan Skor, Pro Duta Membantah!

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 04 Nov 2013

Logo IPL

Baru-baru ini FIFA mencium adanya pengaturan skor di playoff Indonesian Premier League (IPL) yang melibatkan salah satu klubnya, Pro Duta. Namun Pro Duta sendiri membantah tuduhan telah terjadi pengaturan skor, yang pertandingannya di gelar antara pada 16-25 Oktober 2013 tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan mengatakan ada indikasi pengaturan skor dalam dua laga play-off IPL yang terdeteksi Early Warning System Machine (EWS) yang digunakan FIFA.

Pertandingan Pro Duta kontra PSLS dan Produta melawan Bontang FC berakhir dengan 6-0. Sementara laga PSLS melawan Bontang dan Persepar kontra PSIR berakhir dengan skor 4-2.

Hinca berasumsi bahwa skor besar sarat dengan match-fixing, sedangkan hasil dengan skor kecil termasuk imbang bebas dari indikasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut CEO Pro Duta FC, Wahyu Wahab mengatakan definisi match-fixing dalam arti luas dapat diuji melalui play-off IPL itu sendiri yang dirancang PSSI.

“Kompetisi IPL meskipun bertentangan dengan MoU dan KLB Borobudur 2013, dihentikan oleh PSSI dan playoff dirancang dan dilaksanakan untuk mendapatkan juara IPL” ungkap Wahyu seperti yang dilansir Liputan6 (Senin, 4/11/2013).

Wahyu juga menambahkan setiap peserta play-off IPL memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pertandingan.

“Filosofi level playing field terlihat dari sistem Home and Away dan tempat netral dalam suatu turnamen”

“Kita saksikan Persijap Jepara dan Persiba Bantul berperan selaku tuan rumah dalam play-off IPL” tambah Wahyu.

Wahyu mempertanyakan kenapa hanya hasil pertandingan tim papan atas melawan papan bawah dengan skor besar saja yang dicurigai.

Padahal ada banyak laga yang berakhir dengan skor besar antara klub papan tengah dan papan bawah.

Karena itu ia menyatakan pembuktian dugaan pengaturan skor tidak dapat dilakukan dalam ruang vacuum dan Early Warning System.

“EWS akan melakukan variance analysis antara handicap dan real skor untuk menguji validitasnya”

“Hasil analisis ini menjadi input untuk analisa lanjutan sampai cukup kesimpulan untuk mengatakan suatu pertandingan berperilaku lain atau terindikasi match-fixing. Barulah masuk ke tahap investigasi” jelas Wahyu.

Menurut Wahyu pengalaman FIGC (Federasi Sepakbola Italia) dalam mengungkap suatu match-fixing membutuhkan waktu yang panjang. Ini artinya pengaturan skor disimpulkan bukan dalam hitungan hari.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda