Scroll to Top

Hermann Rorschach, Psikiater Penemu Pola Tinta di Logo Google

By Cherlya / Published on Friday, 08 Nov 2013

Hermann Rorschach, sosok yang berulang tahun ke 129 di logo Google hari ini merupakan seorang psikiater dan psikoanalis Swiss aliran Freud. Hermann dikenal karena mengembangkan tes proyeksi pola tinta yang dikenal dengan tes inkblot Rorschach. Tes ini bertujuan untuk mengetahui alam kondisi bawah sadar & kepribadian seseorang yang diproyeksikan melalui rangsangan.

Dalam tes ini, individu akan diperlihatkan sepuluh pola tinta (inkblot), dan diminta untuk menulis atau menyebutkan benda apa yang mereka lihat dalam pola tersebut.

Hermann Rorschach lahir di Zürich, Swiss, pada tanggal 8 November 1884. Beliau menghabiskan masa kecil dan remajanya di Schaffhausen, Swiss Utara. Saat SMA, Rorschach dijuluki “Klecks” atau “Inkblot” oleh teman-temannya karena ia sangat tertarik dengan kleksografi, yaitu pembuatan gambar berdasarkan bercak-bercak tinta.

Seperti ayahnya yang berprofesi sebagai seorang guru seni, Rorschach suka menggambar dan melukis. Setelah tamat SMA, ia menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Zurich, dan lulus pada tahun 1909.

Di bangku kuliah, Hermann Rorschach pernah dididik oleh psikiater-psikiater ternama seperti Eugen Bleuler. Pada saat itu, psikoanalisis sedang populer, yang membuat beliau teringat kembali pada inkblot masa kecilnya. Rorschach penasaran kenapa orang seringkali melihat hal-hal yang berbeda pada inkblot yang sama.

Terdorong oleh hal ini, Rorschach mulai memperlihatkan inkblotnya pada anak-anak sekolah dan menganalisa respon mereka, dan mulai mengembangkan tes psikologi berbasis inkblot.

Setelah lulus dari Universitas Zurich pada tahun 1909, Rorschach bertunangan dengan Olga Stempelin, seorang gadis yang berasal dari Kazan, Rusia. Pada tahun 1913, mereka menikah dan pindah ke Rusia. Pasangan ini dianugerahi sepasang anak, yang lahir pada tahun 1917 dan 1919.

Pada bulan Juli 1914, Rorschach kembali ke Swiss, bekerja sebagai Asisten Direktur di rumah sakit jiwa Herisau, kemudian pada tahun 1921 ia menulis buku berjudul Psychodiagnostik, yang menjadi dasar dari tes inkblot. Satu tahun setelah menulis bukunya, Rorschach meninggal dunia akibat mengidap peritonitis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda