Scroll to Top

Puisi Guru di Hari Guru 25 November 2013

By Ibnu Azis / Published on Monday, 25 Nov 2013

Guru

Guru dan pendidikan adalah kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Karena seorang guru seseorang bisa menjadi sosok yang diidamkan dan dicita-citakan. Memperingati Hari Guru 25 Novemver, berikut disajikan puisi-puisi spesial untuk guru.

Guru bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah seorang pahlawan pendidikan. Menjadi guru adalah sebuah panggilan jiwa. Mereka legowo ditempatkan di daerah pelosok. Tanpa keluhan dan bekerja sesuai hati nurani.

Rasa untaian terima kasih tak cukup terucap secara lisan. Bagi seorang murid, lewat untaian kata seperti puisi rasa syukur itu terucap ikhlas pada sang pendidik. Berikut kumpulan puisi guru yang spesial disajikan di Hari Guru 25 November 2013.

Terimah Kasih Guru

“Kaulah pembimbingku

Kaulah pengajarku

Kaulah pendidikku

Guru

Itulah julukanmu

Yang tak pernah bosan dalam

Mengajar dan membimbingku

Guru

Tanpa dirimu aku akan hancur

Tanpa dirimu aku akan sengsara

Tanpa dirimu aku akan sesat

Guru

Terima kasih

Atas segala jasa-jasamu”.

 

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa 

“Pahlawan tanpa tanda jasa

Ialah Guru

Yang mendidik ku

Yang membekali ku ilmu

Dengan tulus dan sabar

Senyummu memberikan semangat untuk kami

Menyongsong masa depan yang lebih baik

Setitik peluhmu

Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar

Untuk murid-muridnya

Terima kasih Guru

Perjuanganmu sangat berarti bagiku

Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini

Akan selalu ku panjatkan doa untukmu

Terimakasih Guruku”.

 

Majulah Terus Siswa Indonesia

“Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini

Hanya kepadamu harapan ku sandangkan

Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan

Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu

Bangkitlah melawan arus yang terus mendera

Kuasailah dirimu dengan sikap optimis

Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya

Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan

Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan

Masa depan ada di tanganmu

Harapan terpendam ada di pundakmu

Nasib bangsa engkau yang menentukan”.

 

Di Antara Dua

“Di antara dua, aku harus memilih

Entah satu baik atau buruk

Aku tak bisa berdiri di antara keduanya

Dan aku menentukannya

Di antara dua, aku harus masuk

Entah satu mudah atau sulit

Aku tak bisa bergelut di antara keduanya

Dan aku meratapinya

Di antara dua,aku harus berjuang

Entah satu manis atau pahit

Aku tak berhenti meraih satunya

Dan aku tak ingin kalah”.

 

Pahlawan Pendidikan

“Jika dunia kami yang dulu kosong

Tak pernah kau isi

Mungkin hanya ada warna hampa, gelap

Tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna

Dengan goresan garis-garis, juga kata

Yang dulu hanya jadi mimpi

Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi

Itu karena kau yang mengajarkan

Tentang mana warna yang indah

Tentang garis yang harus dilukis

Juga tentang kata yang harus dibaca

Terimakasih guruku dari hatiku

Untuk semua pejuang pendidikan

Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa

Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah

Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin

Hanya ucapan terakhir dari mulutku

Di hari pendidikan nasional ini

Gempitakanlah selalu jiwamu

Wahai pejuang pendidikan Indonesia”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda