Share

Hacker

Hacker Indonesia Black SinChan beraksi dengan membobol situs Kepolisian Australia. Masih mengusung modus yang sama, sebagai aksi pembalasan atas kasus penyadapan yang dilakukan pemerintah setempat.

Seperti yang disiarkan Guardian, Polisi Federal Australia (AFP) pastikan jika tak ada informasi sensitif yang berhasil dicuri. Mereka menklaim itu dan mengamini jika para peretas berhasil mengakses masuk detail anggota via situs Crime Stoppers.

Kelompok peretas yang menamakan dirinya Black SinChan ini mampu mempublikasikan enkripsi kode masuk situs-situs  Australia. Kemudian mereka tinggalkan pesan di salah satu situs yang tertulis: “Ini adalah balasan atas aksi mata-mata Indonesia”.

Sementara itu Deputi Crime Stroppers Australia, Peter Price mengamini jika informasi yang disebar di Facebook adalah benar. Namun ia mengelak jika detail lain seperti kata sandi tidaklah benar.

“Situs telah diretas dan, ya, mereka mempublikasikan informasinya di Internet, di mana tidak ada relevansi yang kritis,” jelasnya.

Di laman Facebook hacktivist Black SinChan menulis jika aksi mereka bukanlah sebagai ajang mencari popularitas. Tindakan itu murni sebagai aksi balas dendam.

“Kami cinta Australia. Kami cinta negara kami. Berhenti memata-matai negara kami. Dan ingat, ini bukan untuk mencari popularitas. Ini adalah balasan. Kami akan kembali lagi,” tulisnya.

Perang siber antara Indonesia vs Australia kini kian menjadi-jadi. Dipicu isu penyadapan telepon SBY, kecamuk konflik makin melebar. Mulanya hanya di ranah offline kini menyasar ke online. Sangat disayangkan jika cyber war yang tengah berkecamuk menelan korban situs pelayanan sosial.