Scroll to Top

Korban Ospek ITN Malang, Fikri Dolasmantya Surya Belum Diotopsi

By C Novita / Published on Thursday, 12 Dec 2013

otopsi

Korban pelaksanaan ospek Jurusan Planologi angkatan 2013-2014 ITN Malang, Fikri Dolasmantya Surya (20), yang meninggal dunia karena diduga mengalami tindak kekerasan dari fendem (panitia ospek) diketahui belum diotopsi. Saat jenazah Fikri berada di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang, keluarga korban menolak jasadnya diotopsi.

Adanya penolakan otopsi tersebut ditandangani dalam surat resmi oleh pihak perwakilan keluarga korban, yaitu pamannya yang bernama Muhammad Nurhadi. Terdapat pula tanda tangan dari Dosen Wali bernama Ida Suwarni, dalam surat bermaterai tertanggal 12-Oktober 2013 di RSSA, Malang.

Untuk menjelaskan kematian korban, keluarga hanya memberi ijin korban divisum luar jasad saja, demikian dijelaskan oleh Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman yang mewakili Kapolres Malang dalam memberi keterangan pada Berita Jatim.

“Permintaan keluarga disaksikan dosen wali ITN, minta dilakukan visum luar dan menolak diotopsi,” kata Nyoman pada keterangannya.

Padahal dalam mengungkap penyebab kematian korban, sebuah hasil otopsi akan sangat dibutuhkan oleh pihak yang berwajib. Tak bisa hanya berdasarkan laporan visum semata. Ditambah lagi hasil pemeriksaan visum dokter forensik RSAA Malang yang tak mengindikasikan adanya kekerasan fisik pada jasad korban.

“Kami juga telah melakukan penyelidikan berdasarkan hasil visum dokter forensik Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Hasilnya, tak ada indikasi kekerasan fisik yang dialami Fikri,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, seperti dilansir oleh laman Berita jatim, Rabu, 11/12/2013.

Untuk mengungkap penyebab meninggalnya Fikri, Polres Malang sendiri telah meminta keterangan dari saksi-saksi yang berkait dengan peristiwa tersebut. Karena korban kekerasan ospek ITN Malang itu telah dimakamkan, maka pihak kepolisian berharap keluarga korban mau memberi ijin untuk dilakukan pembongkaran makam dan otopsi jasad demi penyelidikan.

Pic: ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda