Scroll to Top

Hari Ibu Sudah Ada Sejak Zaman Presiden Soekarno

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 15 Dec 2013

cinta ibu

Hari Ibu tinggal menghitung hari. Pada 22 Desember 2013 nanti sebagian orang mungkin akan memperlakukan seorang ibu melebihi hari biasa. Momen ini kerap dijadikan seperti satu hari untuk menjadikan ibu bak bidadari. Atas segala jasanya dalam memberikan yang terbaik buat anak-anak, rasanya tak elok bila tidak menjadikan satu hari menjadi lebih berharga buat beliau.

Keberadaan Hari Ibu sebenarnya sudah berlangsung sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Kala itu di masa setelah Kongres Sumpah Pemuda, pernah dilangsungkan Kongres Perempuan Indonesia. Pelaksanannya pada 22 Desember 1928 di kota Yogyakarta.

Presiden Soekarno melihat peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang istimewa. Pasalnya, kongres ini membuktikan perjuangan wanita Indonesia yang cukup gigih dalam melawan penjajahan. Banyak pemimpin dari berbagai organisasi di Indonesia turut hadir dalam kongres. Mereka berkumpul untuk membicarakan tentang cara melibatkan wanita untuk perjuangan kemerdekaan dan berbagai aspek lainnya.

Akhirnya, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden nomor 316 tahun 1959. Isinya yaitu menjadikan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Namun, saat ini makna Hari Ibu kian meluas. Hal ini tidak salah mengingat peran ibu secara umum sangat membantu terciptanya seorang anak yang berkualitas dan menjadikan kehidupan keluarga makin berwarna. Pastinya, mencintai ibu bukan hanya saat Hari Ibu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda