Scroll to Top

3D Printer – Konsep Replikator Film Star Trek Yang Terlahir Ke Dunia Nyata

By Moch Ridwan / Published on Wednesday, 05 Oct 2011

Pernahkan Anda melihat film Star Terk yang amat terkenal di tahun 80-90an itu? Jika masih, tentunya Anda akan mengingat salah satu mesin yang dimiliki kru luar angkasa itu adalah ‘Replikator’ yang dapat menyediakan semua kebutuhan staf dari mulai makananan, senjata, minuman, dan lainnya. Jadi sanga angkasawan tinggal menyebut obyek apa yang diminta maka replikator dengan cepat akan menyediakan barang yang minta.

Saat ini, teknologi dengan konsep yang bisa dikatakan mendekati mirip sudah tersedia. Adalah ‘3D Printer’, komputer yang mengontrol sebuah mesin yang mampu menciptakan obyek berbentuk tiga dimensi, wow keren bukan?

teknologi 3d printer
3D Printer

Bagaimana 3D Printer bekerja? Secara sederhananya komputer akan memproduksi gambar tiga dimensi produk yang akan dibuat replikanya, kemudian akan mengintruksikan kepada mesin khusus untuk menciptakan produk yang sesuai dengan gambar yang dihasilkan oleh komputer. Mesin akan menciptakan lapisan demi lapisan bagian obyek, hingga obyek terbentuk dengan sempurna. Jadi untuk menciptakan obyek akan diperlukan ribuan bahkan jutaan lapisan. Mirip orang membuat kue lapis yang dibentuk lembar per lembar.

Lapisan yang dipakai akan sangat tergantung dari obyek yang dibuat. Bisa dipakai nylon sintesis, karet sintesis, atau bahan sintesis lainnya.

Teknologi ini bisa lebih cepat untuk memproduksi prototipe produk baru yang akan bisa ditunjukkan kepada konsumen atau investor. Dan kabar gembiranya adalah teknologi ini diklaim lebih murah jika dibandingkan dengan menghasilkan obyek yang dilakukan dengan cara memahat, mengebor, atau menggerindanya.

Teknologi 3D Printer saat ini berkembang dengan pesat. Ilmuwan di Jerman bahkan berhasil mereplika aliran darah manusia untuk mempelajari efisiensi pengiriman obat tertentu ke salah satu organ tubuh manusia.

Salah satu Mahasiswa MIT, berhasil menciptakan seruling dengan teknologi 3D Printer dan setelah diujicoba ternyata seruling tersebut mampu menghasilka nada sesuai dengan nada-nada seruling yang sebenarnya walau proses produksi memerlukan waktu 15 jam.

Walau pertama kali diperkenalkan 2003 silam , namun biaya untuk teknologi 3D Printer dari tahun ke tahun semakin menurun, ini artinya teknologi ini menjadi semkin murah. Hingga saat ini 3D Printer telah merambah ke industri perhiasan, desain, arsitektur, automotif, kedirgantaraan, dental dan medis, pendidikan, teknik sipil, dan geografi.

Wow kedepanya, teknologi ini aka bisa menghapus jasa kurir. Port-port mesin 3D Printer akan diletakkan di negera-negara tertentu (atau bahkan dikota-kota tertentu) sehingga perusahaan yang menjual produk tertentu akan bisa segera melayani pembeli dengan langsung mencetak obyek yang dipesan ke kota terdekat dengan rumah pembeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda